DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STRATEGI PENGURUS ASRAMA MAHASISWI AGUNG III BANJARMASIN DALAM MENINGKATKAN SOLIDARITAS SOSIAL
PENGARANG:MAWADDAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-29


Mawaddah, 2026. Strategi Pengurus Asrama Mahasiswi Agung III Banjarmasin Dalam Meningkatkan Solidaritas Sosial. Skripsi. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Nurul Huda.

Kata Kunci: Solidaritas Sosial, Strategi, Kehidupan Asrama

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah solidaritas sosial di asrama belum berjalan optimal, terlihat dari rendahnya partisipasi kegiatan bersama, belum sepenuhnya menaati aturan asrama, dan kesulitan adaptasi penghuni baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bentuk solidaritas sosial, strategi pengurus asrama, serta faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan solidaritas sosial di Asrama Mahasiswi Agung III Banjarmasin.

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan peningkatan ketekunan, triangulasi, dan member check.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk solidaritas sosial di Asrama Mahasiswi Agung III Banjarmasin terlihat melalui kegiatan bersama seperti ibadah bersama, gotong royong, masak bersama, dan makan bersama yang menumbuhkan rasa kebersamaan, saling peduli, kerja sama, serta kepatuhan terhadap aturan dan norma yang berlaku di asrama. Selain itu, solidaritas juga terlihat melalui pembagian tugas dan tanggung jawab dalam kepengurusan asrama yang menciptakan hubungan saling membantu antar penghuni.Strategi yang dilakukan pengurus asrama dalam meningkatkan solidaritas sosial dilakukan melalui perencanaan kegiatan, pembagian tugas, pelaksanaan kegiatan bersama, komunikasi yang terbuka, penegakan tata tertib, serta penyelesaian konflik melalui musyawarah. Faktor pendukung solidaritas sosial meliputi kegiatan bersama, komunikasi yang baik, kerja sama, dan rasa kebersamaan antar penghuni. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi kesibukan pribadi, kurangnya partisipasi penghuni dalam kegiatan bersama, sikap individualisme, konflik antar penghuni, serta kesulitan penghuni baru dalam beradaptasi dengan lingkungan asrama.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada Pengurus asrama untuk mengembangkan strategi inklusif dan komunikasi persuasif, penghuni diharapkan menjaga solidaritas melalui partisipasi aktif serta sikap peduli, sedangkan peneliti selanjutnya dapat menelaah faktor lain seperti dinamika konflik dan peran teknologi komunikasi dalam memperkuat interaksi penghuni.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI