DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Identifikasi Jenis Dan Kelimpahan Kepiting Biola (Uca sp.) Serta Hubungannya Dengan Kerapatan Mangrove Di Pesisir Desa Tabanio Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan | |
| PENGARANG | : | NORMAWATY KHAIRIAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-06-30 |
Normawaty Khairiah (1910716220006). Identifikasi Jenis Dan Kelimpahan KepitingBiola(Uca sp.) Serta Hubungannya Dengan Kerapatan Mangrove Di Pesisir Desa Tabanio Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan di bawah bimbingan Dr. Yuliyanto, S.T., M.Si.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan kelimpahan kepiting biola (Uca sp.), mengetahui jenis dan kerapatan mangrove, serta menganalisis hubungan kelimpahan kepiting biola dengan kerapatan mangrove dan fraksi sedimen di kawasan mangrove Pesisir Desa Tabanio, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode transek dan plot pada tiga stasiun pengamatan. Pengamatan mangrove dilakukan pada plot berukuran 10 × 10 m, sedangkan kepiting biola diamati pada plot 1 × 1 m. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, salinitas, pH perairan, pH tanah, dan fraksi sedimen. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 2 jenis kepiting biola, yaitu Uca forcipata dan Uca rosea, dengan Uca forcipata sebagai spesies yang paling dominan pada seluruh stasiun penelitian. Kelimpahan kepiting biola tertinggi terdapat pada Stasiun 2 sebesar 3,21 ind/m², diikuti Stasiun 3 sebesar 1,55 ind/m², dan Stasiun 1 sebesar 0,99 ind/m². Vegetasi mangrove yang ditemukan terdiri atas 5 jenis, yaitu Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Nypa fruticans, Sonneratia alba, dan Sonneratia caseolaris. Kerapatan mangrove tertinggi ada pada Stasiun 1 sebesar 1.966,47 ind/ha (kategori sangat padat), diikuti Stasiun 2 sebesar 1.266,34 ind/ha (kategori sedang) dan Stasiun 3 memiliki kerapatan terendah sebesar 733,33 ind/ha (kategori jarang). Parameter kualitas lingkungan masih berada pada kisaran yang mendukung kehidupan mangrove dan kepiting biola, dengan suhu 27,8–30,2°C, salinitas 14,9–17,1ppt, dan pH perairan 6,8–7,3. Analisis korelasi menunjukkan bahwa kelimpahan kepiting biola memiliki hubungan negatif lemah terhadap kerapatan mangrove (r = -0,352), sedangkan terhadap fraksi sedimen pasir memiliki hubungan positif sangat kuat sekali(r = 0,925). Hasil ini menunjukkan bahwa karakteristik substrat lebih berpengaruh terhadap kelimpahan kepiting biola dibandingkan kerapatan mangrove.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI