DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Tabalong (Pendekatan Data Envelopment Analysis)
PENGARANG:DONY TUGAS PRASETYO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-06-30


Pemerintah Kabupaten Tabalong memiliki peran penting dalam menciptakan kebijakan yang mendukung pengembangan bawang merah sebagai komoditas unggulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, dan sumber-sumber risiko pada usahatani bawang merah; menelaah manajemen risiko yang diterapkan oleh petani dalam usahatani bawang merah; serta mengevaluasi efisiensi teknis usahatani bawang merah di Kabupaten Tabalong.

Lokasi penelitian mencakup tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Muara Uya, Kecamatan Banua Lawas dan Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif dengan sampel 48 petani bawang merah. Analisis data mencakup tiga aspek: pertama, analisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan usahatani menggunakan perhitungan biaya total, penerimaan total, pendapatan, dan keuntungan; kedua, analisis manajemen risiko petani dengan metode deskriptif kualitatif, serta pengukuran risiko menggunakan variance, simpangan baku, dan koefisien variasi; ketiga, analisis efisiensi teknis usahatani menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA).

Analisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Kabupaten Tabalong tergolong menguntungkan dan layak diusahakan. Rata-rata biaya total sebesar Rp. 23.558.810 per musim tanam, dengan rata-rata penerimaan Rp. 60.207.292, sehingga menghasilkan rata-rata pendapatan Rp. 41.625.659, dan keuntungan Rp. 36.648.482. Petani memperoleh keuntungan positif, yang mengindikasikan bahwa kegiatan usahatani bawang merah memberikan nilai ekonomi yang baik. Analisis risiko usahatani bawang merah memiliki tingkat risiko yang relatif rendah, dengan nilai koefisien variasi produksi sebesar 0.5934 dan keuntungan sebesar 0.6610 (KV < 1). Hal ini menunjukkan bahwa fluktuasi produksi dan keuntungan masih dalam batas yang terkendali, sehingga usahatani ini tergolong stabil. Analisis efisiensi teknis menggunakan DEA menunjukkan bahwa rata-rata efisiensi teknis petani bawang merah sebesar 0.6685 (66,85%), yang berarti secara umum petani telah mendekati kondisi efisien. Sebanyak 64.58% petani telah mencapai efisiensi sempurna (skor = 1), sementara 20.83% tergolong kurang efisien dan 14.58% tidak efisien.

Kata Kunci:   Bawang Merah, Data Envelopment Analisys, Efisiensi, Tabalong, Usahatani

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI