DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PEMODELAN MUNERIK GELOMBANG 2D MENGGUNAKAN SPECTRAL WAVE MODULE MIKE21 DI PERAIRAN BAGIAN BARAT KAB. PANDEGLANG PROVINSI BANTEN
PENGARANG:NUR AYU SAPUTRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-01


ABSTRAK

NUR AYU SAPUTRI (2210716220016), Pemodelan Numerik Gelombang 2D Menggunakan Spectral Wave Module MIKE 21 pada Perairan Bagian Barat Kabupaten Pandeglang Provinsi Bantendibawah bimbingan Ibu Ira Puspita Dewi S.Kel., M.Si.

Gelombang laut merupakan pergerakan naik turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan air laut yang membentuk kurva sinusoidal. Gerakan gelombang laut pada umumnya dipengaruhi oleh adanya tiupan angin baik secara langsung atau pun tidak langsung. Di wilayah pesisir, gelombang laut memegang peranan penting dalam membentuk morfologi pantai, memengaruhi proses abrasi dan sedimentasi, serta menentukan tingkat keamanan berbagai aktivitas kelautan. Kajian informasi mengenai karakteristik gelombang laut merupakan hal yang penting dilakukan sebagai dasar dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir. Oleh sebab itu untuk mengkaji penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak MIKE 21. Perangkat lunak MIKE 21 terdapat modul Spectral Wave (SW) yang digunakan untuk pemodelan gelombang dua dimensi. Modul ini dapat menyelesaikan permasalahan untuk mengetahui simulasi pertumbuhan, peluruhan, dan transformasi gelombang yang dihasilkan oleh angin. Berdasarkan kondisi perairan bagian barat Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, modul ini dapat digunakan untuk mengkaji pola karakteristik tinggi gelombang signifikan (Hs), periode puncak gelombang (Tp), dan arah gelombang rata-rata.

Penelitian ini menggunakan data garis pantai, kedalaman, angin dan gelombang untuk mensimulasikan model gelombang. Simulasi model dijalankan selama 1 bulan pada musim barat dan 1 bulan pada musim timur dengan interval data per 120 detik. Output yang dihasilkan adalah tinggi gelombang signifikan, periode gelombang puncak dan arah gelombang rata-rata.

Hasil pemodelan gelombang menunjukkan bahwa karakteristik gelombang di wilayah penelitian dipengaruhi oleh pola angin musiman. Musim Barat menghasilkan tinggi gelombang signifikan yang lebih besar dengan arah dominan dari barat–barat laut, sedangkan Musim Timur didominasi gelombang dari tenggara dengan tinggi gelombang yang relatif lebih rendah. Sebaran spasial menunjukkan bahwa tinggi gelombang terbesar terjadi di perairan terbuka dan menurun ke arah pesisir akibat proses transformasi gelombang. Periode gelombang puncak pada kondisi maksimum mencapai lebih dari 14 detik yang mengindikasikan dominasi gelombang swell, sedangkan pada kondisi minimum berkisar 4–6 detik yang menunjukkan dominasi gelombang lokal (sea). Arah penjalaran gelombang mengikuti pola angin musiman dan mengalami refraksi saat mendekati pantai akibat pengaruh batimetri. Secara umum, Musim Barat merupakan musim dengan energi gelombang tertinggi sehingga memiliki potensi pengaruh yang lebih besar terhadap kondisi perairan dan pesisir dibandingkan Musim Timur.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI