DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGETAHUI PENAMBAHAN DAGING IKAN NILA (Oreochromis niloticus) TERHADAP ANGKA LEMPENG TOTAL (ALT) DAN Escherichia coli PADA PRODUK BIHUN
PENGARANG:NAZMI ZAHRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-01


NAZMI ZAHRA (2210711220015), Mengetahui Penambahan Daging Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Terhadap Angka Lempeng Total dan Escherichia coli  pada Produk Bihun. Dibimbing  oleh ibu Dr. Ir. Hj Agustiana, M.P., selaku ketua Pembimbing skripsi, dan bapak  Ir. Purnomo., M.P. selaku anggota pembimbing skripsi, dan ibu Ir. Rabiatul Adawyah., M.P. selaku dosen penguji skripsi.

Penelitian ini  dilatar belakangi oleh tingginya tingkat konsumsi mie dan  bihun instan di indonesia, yang memiliki nilai gizi rendah karna didominasi oleh karbohidrat produk pangan. Penggunaan bahan baku ikan berpotensi meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme karena tingginya kandungan protein dan kadar air, sehingga diperlukan pengujian. Tujuannya adalah untuk mengetahui jumlah total mikroorganisme aerobik yang terdapat pada bihun ikan nila sehingga dapat digunakan sebagai indikator mutu mikrobiologis, tingkat kebersihan, dan sanitasi selama proses pengolahan serta penyimpanan produk pangan.

Penelitian ini menggunkan metode deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga mei 2026 yang membagi sampel ke dalam empat  kelompok perlakuan: kontrol (0%), penambahan daging ikan nila (10%), (20%), dan (30%). Parameter utama yang dianalisis Angka Lempeng Total dan Escherichia coli melalui uji laboratorium mikrobiologi untuk mengetahui jumlah total mikroorganisme aerobik serta mendeteksi adanya cemaran bakteri indikator fekal sebagai penentu tingkat keamanan pangan, higiene, dan sanitasi produk selama proses pengolahan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan daging ikan nila dengan konsetrasi 30%  memberikan pengaruh signifikan terhadap jumlah total Angka Lempeng Total, yaitu terdeteksi TBUD (Terlalu Banyak Untuk Dihitung) dibandingkan perlakuan 10% dan 20%. Kondisi tersebut disebabkan oleh semakin tingginya kandungan protein, air, dan zat gizi pada bihun akibat penambahan daging ikan nila dalam jumlah besar. Kandungan nutrien tersebut menjadi media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme aerobik sehingga jumlah koloni bakteri meningkat secara signifikan. Selain itu, peningkatan kadar air juga dapat mempercepat aktivitas metabolisme bakteri dan mendukung pertumbuhan mikroba selama proses pengolahan maupun penyimpanan produk.

Hasil penenlitian menunjukan bahwa penambahan daging ikan nila dengan konsetrasi  Kontrol, 10%, 20% , dan 30% menujukkan nilai 0 CFU/g. Penelitian ini menyimpulkan  bahwa seluruh perlakuan tidak terdeteksi adanya cemaran Escherichia coli pada produk bihun ikan nila. Tidak terdeteksinya pada seluruh konsentrasi karena proses pengolahan bihun dilakukan dengan baik dan higienis, mulai dari penyiapan bahan baku, pencampuran adonan, pencetakan, hingga proses pengeringan. Selain itu, penggunaan suhu pemanasan selama proses pengolahan dapat menghambat bahkan membunuh bakteri patogen. Faktor lain adalah kualitas bahan baku ikan nila dan air yang digunakan masih baik serta tidak terkontaminasi bakteri indikator fekal. Sanitasi alat dan kebersihan selama proses produksi juga berperan penting dalam mencegah masuknya cemaran mikroba ke dalam produk. Dengan demikian, meskipun terjadi peningkatan.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI