DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS FAKTOR PENYEBAB STUNTING PADA ANAK USIA 0-23 BULAN (BADUTA) DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN (Analisis Lanjut Data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023) | |
| PENGARANG | : | ANNITA NUR RIZQIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-01 |
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada anak usia di bawah dua tahun di Indonesia. Di Provinsi Kalimantan Selatan, prevalensi stunting mencapai 20,8% pada tahun 2023, yang masih melebihi target nasional sebesar 16%. Stunting pada periode baduta dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada baduta di Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 dengan jumlah sampel analisis sebanyak 629 baduta. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting adalah riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), riwayat panjang badan lahir pendek, dan tingkat pendidikan ibu. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa riwayat panjang badan lahir pendek merupakan faktor paling dominan terhadap kejadian stunting. Setelah dikontrol terhadap riwayat BBLR dan tingkat pendidikan ibu, baduta dengan riwayat panjang badan lahir pendek memiliki peluang mengalami stunting sebesar 2,653 kali lebih tinggi dibandingkan baduta yang tidak memiliki riwayat panjang badan lahir pendek. Hal ini, menunjukkan bahwa kejadian stunting pada baduta berkaitan dengan gangguan pertumbuhan yang telah terjadi sejak masa kehamilan. Oleh karena itu, optimalisasi intervensi spesifik pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), seperti pelayanan Antenatal Care (ANC), serta pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI