DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Stigma Terhadap Penggunaan Dialek Banjar Hulu Dalam Interaksi Mahasiswa Hulu Sungai Selatan Di Universitas Lambung Mangkurat | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD RAMADHAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-01 |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena stigma terhadap penggunaan dialek Banjar Hulu dalam interaksi mahasiswa di lingkungan kampus multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dialek Banjar Hulu dijadikan sebagai identitas sosial serta bagaimana stigma muncul dalam interaksi mahasiswa asal Hulu Sungai Selatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa dalam menggunakan dialek tersebut. Subjek penelitian adalah mahasiswa asal Hulu Sungai Selatan di Universitas Lambung Mangkurat yang dipilih melalui teknik purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan fenomenologi meliputi reduksi data, horizonalization, textural description, structural description, dan penarikan pola. Penelitian ini menggunakan Teori Identitas Sosial (Tajfel & Turner) dan Teori Stigma (Goffman).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialek Banjar Hulu berfungsi sebagai penanda identitas sosial yang memperkuat solidaritas internal (in-group), namun dalam interaksi dengan kelompok lain (out-group), dialek tersebut dapat menjadi objek pelabelan dan stereotip yang berpotensi menimbulkan stigma. Stigma muncul secara kontekstual melalui candaan dan peniruan yang berulang, yang kemudian berdampak pada munculnya ketidaknyamanan, penyesuaian bahasa, serta strategi kamuflase identitas oleh penutur. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan dialek Banjar Hulu tidak hanya mencerminkan identitas sosial, tetapi juga memicu proses penilaian sosial yang membentuk dinamika interaksi antar mahasiswa. Secara akademis, penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian stigma berbasis bahasa dalam konteks kampus. Secara praktis, disarankan adanya peningkatan kesadaran linguistik di lingkungan kampus agar penggunaan dialek tidak menjadi sumber stigma, serta mendorong penelitian lanjutan terkait dinamika bahasa dan interaksi sosial di ruang multikultural.
Kata Kunci: Dialek Banjar Hulu, Identitas Sosial, Stigma Sosial, Interaksi Sosial, Mahasiswa
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI