DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH GEL EKSTRAK DAUN TABAT BARITO (Ficus deltoidea Jack.) TERHADAP JUMLAH MALONDIALDEHID (MDA) (Studi In Vivo pada Proses Penyembuhan Luka Insisi Mukosa Bukal Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Jantan)
PENGARANG:RAIS RIDHO BINTANG ARFANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-02


Latar Belakang: Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) merupakan penyakit inflamasi kronis pada rongga mulut, ditandai dengan ulkus berulang pada mukosa mulut. Terapi SAR umumnya menggunakan kortikosteroid topikal seperti triamcinolone acetonide, namun penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman. Pada proses penyembuhan luka terjadi peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS) yang menyebabkan stres oksidatif dan peningkatan jumlah malondialdehid (MDA). Gel ekstrak daun tabat barito (Ficus deltoidea Jack.) mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, dan steroid yang berperan sebagai antioksidan dalam menghambat pembentukan ROS dan menurunkan stres oksidatif. Tujuan: Membuktikan pengaruh gel ekstrak daun tabat barito konsentrasi 25%, 50%, dan 75% terhadap jumlah MDA pada penyembuhan luka insisi mukosa bukal tikus wistar jantan (Rattus norvegicus) pada hari ke-1, 3, dan 5. Metode: Penelitian ini menggunakan true experimental design dengan post-test only with control group design pada 48 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 12 kelompok. Kelompok perlakuan diberikan gel ekstrak daun tabat barito konsentrasi 25%, 50%, dan 75%, sedangkan kelompok kontrol diberikan gel plasebo dengan pengamatan pada hari ke-1, 3, dan 5. Pengukuran jumlah MDA dilakukan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 500 nm. Hasil: Hasil uji Kruskal–Wallis menunjukkan adanya pengaruh signifikan berdasarkan waktu pengamatan (p=0,005) dan konsentrasi gel (p<0,001). Kelompok perlakuan menunjukkan jumlah MDA lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol, dengan penurunan paling signifikan pada konsentrasi 75%. Kesimpulan: Gel ekstrak daun tabat barito konsentrasi 25%, 50%, dan 75% lebih efektif dibandingkan gel plasebo dalam menurunkan jumlah MDA selama proses penyembuhan luka.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI