DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERAN PARA PIHAK DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN KELOMPOK USAHA PERHUTANAN SOSIAL DI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN HULU SUNGAI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:SYARIF HIDAYAT
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-02


                                          ABSTRAK

 

SYARIF HIDAYAT. 2026. “Peran Para Pihak dalam Mendukung Keberhasilan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Kesatuan Pengelolaan Hutan Hulu Sungai, Provinsi Kalimantan Selatan.” Tesis. Program Studi Magister Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Dr. Hafizianor, S.Hut., M.P., dan Dr. Ir. H. Mahrus Aryadi, M.Sc.

 

Kata Kunci: Perhutanan Sosial, KUPS Gold, Analisis Para pihak, Power-Interest     Matrix, Participatory Prospective Analysis, KPH Hulu Sungai.

 

Perhutanan Sosial merupakan kebijakan strategis nasional yang mengintegrasikan kesejahteraan masyarakat lokal dengan kelestarian ekosistem hutan melalui pemberian akses legal pemanfaatan kawasan. Indikator keberhasilan program ini tercermin pada perkembangan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Hulu Sungai, Provinsi Kalimantan Selatan, terdapat 75 KUPS yang didominasi oleh kelas Silver dan Blue, namun terdapat 3 KUPS yang telah mencapai predikat Gold (KUPS Ekowisata LPHD Haratai, KUPS HHBK LPHD Patikalain, dan KUPS Agroforestri & Apotik Hidup HKm Suka Maju). Keberhasilan fase pasca-izin ketiga KUPS tersebut tidak terlepas dari dinamika hubungan antar-pihak, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi para pihak yang terlibat serta menganalisis peran, kepentingan, dan pengaruhnya sebagai faktor pendukung keberhasilan KUPS.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, studi dokumentasi, dan penyebaran kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan matriks Power-Interest dan Participatory Prospective Analysis (PPA). Hasil penelitian mengidentifikasi 11 para pihak kunci yang berkontribusi dalam penguatan kapasitas KUPS. Berdasarkan analisis Power-Interest, terdapat enam aktor yang menempati kuadran Key Players, yaitu BPS Banjarbaru, KPH Hulu Sungai, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa, dan Masyarakat Lokal/Adat. Sementara itu, akademisi berada pada kuadran Subjects, pengepul pada kuadran Context Setters, serta LSM, lembaga perantara, dan sektor swasta berada pada kuadran Crowd. Hasil analisis PPA menunjukkan struktur hubungan sirkuit internal yang kuat di tingkat tapak, di mana BPS Banjarbaru bertindak sebagai Driver (penggerak utama), sedangkan KPH, Dinas Kehutanan, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, dan Masyarakat Lokal membentuk kluster Relay yang memiliki interdependensi dinamis tinggi. Pengepul bertindak sebagai variabel Dependent, sementara aktor eksternal (LSM, swasta, akademisi) bersifat Autonomous. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan KUPS kelas Gold di KPH Hulu Sungai sangat ditentukan oleh sinergi kolektif yang terlokalisasi antara regulator dan basis operasional masyarakat, meskipun masih terdapat ruang perbaikan berupa optimalisasi integrasi peran akademisi, LSM, dan sektor swasta yang saat ini masih bersifat sporadis.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI