DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KERAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS DI EMPAT TIPE HABITAT DALAM KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS UNIVERSITAS LAMBUNGMANGKURAT
PENGARANG:ELSA LENIA LEFI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-03


Elsa Lenia Lefi. 2026.  Keragaman Jamur Makroskopis di Empat Tipe Habitat dalam Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus. Pembimbing: Prof. Dr. Ir. H. M. Arief Soendjoto, M.Sc. dan Dr. Adistina Fitriani, S.Hut., M.P.

 

 

 

Kata kunci:jamur makroskopis, keragaman spesies, tipe habitat,

 

         Indeks Kesamaan Sorensen.

 

 

 

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman jamur makroskopis, karakteristik morfologi, potensi pemanfaatan, dan tingkat kemiripan spesies pada empat tipe habitat di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Lambung Mangkurat, yaitu hutan sekunder, hutan tanaman campuran, kebun karet, dan padang ilalang. Penelitian menggunakan metode jelajah pada tiga jalur pengamatan di setiap tipe habitat. Identifikasi jamur dilakukan berdasarkan karakter morfologi, sedangkan data lingkungan meliputi suhu udara, suhu tanah, kelembapan udara, pH tanah, dan intensitas cahaya. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan Indeks Kesamaan Sorensen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 77 spesies jamur makroskopis yang termasuk dalam 32 famili, terdiri atas 72 spesies Basidiomycota dan 5 spesies Ascomycota. Hutan sekunder memiliki kekayaan spesies tertinggi sebanyak 50 spesies (48,08%), diikuti hutan tanaman campuran 32 spesies (30,77%), kebun karet 12 spesies (11,54%), dan padang ilalang 10 spesies (9,62%). Sebagian besar jamur tumbuh pada kayu mati atau lapuk serta berpotensi sebagai bahan pangan, obat, dan dekomposer. Nilai Indeks Kesamaan Sorensen tertinggi diperoleh antara hutan sekunder dan hutan tanaman campuran sebesar 34,15%, sedangkan terendah antara hutan sekunder dan kebun karet sebesar 9,68%. Penelitian ini menunjukkan bahwa keragaman jamur makroskopis di KHDTK Universitas Lambung Mangkurat dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik habitat dan kondisi lingkungan. Hasil penelitian diharapkan menjadi sumber informasi bagi upaya konservasi, pengelolaan, dan pemanfaatan jamur makroskopis secara berkelanjutan.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI