DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KORELASI TINGGI TAJUK TERHADAP JUMLAH INDIVIDU BURUNG TENGGERAN DI HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG BLOK I, KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:YOHANES KRISTIANTO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-03


Struktur vertikal vegetasi memiliki peran penting dalam mendukung keberadaan burung pada ekosistem hutan tropis. Tinggi tajuk memengaruhi kualitas habitat melalui penyediaan ruang bertengger, sumber pakan, dan perlindungan dari predator. Kajian ini difokuskan untuk mengetahui sejauh mana tinggi tajuk vegetasi berhubungan dengan jumlah individu burung tenggeran yang dijumpai di Hutan Lindung Liang Anggang Blok I, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pengambilan data dilakukan pada Januari–Februari 2026 melalui pengamatan langsung pada 30 titik pengamatan. Informasi mengenai tinggi tajuk diperoleh dari setiap titik observasi, sedangkan data burung dihimpun melalui metode penghitungan titik (point count). Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tinggi tajuk vegetasi pada lokasi penelitian berada pada kisaran 6–15 m. Selama pengamatan, teridentifikasi lima spesies burung tenggeran, yaitu bentet kelabu (Lanius schach), layang-layang batu (Hirundo tahitica), remetuk laut (Gerygone sulphurea), merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier), dan perkutut jawa (Geopelia striata). Total individu yang tercatat sebanyak 16 ekor. Analisis korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara tinggi tajuk vegetasi dan jumlah individu burung tenggeran (rs = 0,817; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan tinggi tajuk cenderung diikuti oleh peningkatan jumlah individu burung tenggeran yang dijumpai di lokasi penelitian. Vegetasi bertajuk tinggi berperan penting dalam menyediakan habitat yang mendukung aktivitas bertengger, mencari makan, dan berlindung bagi burung.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI