DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Perbedaan Waktu Peralihan Pemberian Pakan Alami terhadap Kelulusan Hidup dan Pertumbuhan Larva Ikan Kelabau (Osteochilus melanopleurus) | |
| PENGARANG | : | AKMAL | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-03 |
Spesies ikan lokal Osteochilus melanopleurus, yang dikenal sebagai ikan Kelabau, memiliki nilai ekonomis tinggi dan mendiami perairan umum di berbagai wilayah Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, meliputi Kalimantan dan Sumatera. Upaya domestikasi telah diinisiasi dan dilaksanakan oleh BPBAT Mandiangin, dengan rilis pada tahun 2016. Penelitian bertujuan mengidentifikasi pengaruh variasi waktu transisi pemberian pakan alami terhadap kelangsungan hidup larva, menganalisis pengaruh perbedaan waktu transisi pemberian pakan alami terhadap pertumbuhan larva dan menetapkan waktu transisi pakan alami yang paling ideal untuk mendukung performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva. Penelitian di laksanakan di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin Jl. Tahura Sultan Adam,14 Desa Mandiangin Barat Kec. Karang Intan Kab. Banjar Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu perbedaan periode transisi pemberian pakan alami pada larva ikan kelabau umur dua hari pascamenetas selama masa pemeliharaan 15 hari. Perlakuan A terdiri atas pemberian infusoria sebagai pakan awal hingga hari ke-2, dilanjutkan kombinasi infusoria dan Artemia nauplii pada hari ke-3–5, Artemia pada hari ke-6–7, kombinasi Moina dan Artemia nauplii pada hari ke-8–10, serta Moina pada hari ke-11–15; perlakuan B terdiri atas infusoria hingga hari ke-3, kombinasi infusoria dan Artemia nauplii hari ke-4–6, Artemia hari ke-7–8, kombinasi Moina dan Artemia nauplii hari ke-9–11, serta Moina hari ke-12–15; perlakuan C terdiri atas infusoria hingga hari ke-4, kombinasi infusoria dan Artemia nauplii hari ke-5–7, Artemia hari ke-8–9, kombinasi Moina dan Artemia nauplii hari ke-10–12, serta Moina hari ke-13–15; sedangkan perlakuan D terdiri atas infusoria hingga hari ke-5, kombinasi infusoria dan Artemia nauplii hari ke-6–8, Artemia hari ke-9–10, kombinasi Moina dan Artemia nauplii hari ke-11–13, serta Moina hari ke-14–15. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, dan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) yang dihitung menggunakan data dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil analisis variasi periode transisi dalam pemberian jenis pakan alami tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap kelulusan hidup larva ikan kelabau. Periode transisi yang bervariasi dalam penyediaan pakan alami terbukti berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot larva ikan kelabau. Pola transisi pemberian pakan alami dengan jenis infusoria selama hari ke 1-3, infusoria kombinasi artemia ke-4-6 hari, artemia 7-9 hari, artemia kombinasi moina hari ke 8-11, dan moina hari ke 12-15 memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan panjang mutlak larva kelabau
Katakunci : Ikan Kelabau, Pakan Alami, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI