DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal Jalan Perdagangan - Jalan HKSN Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD NASYWA ANANTA USMAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-03 |
ABSTRAK
Pertumbuhan penduduk, peningkatan aktivitas masyarakat, dan perkembangan transportasi menyebabkan volume lalu lintas pada persimpangan terus meningkat sehingga berpotensi menurunkan kinerja simpang. Simpang tak bersinyal Jalan Perdagangan – Jalan HKSN Kota Banjarmasin merupakan salah satu simpang yang mengalami peningkatan arus lalu lintas, terutama pada jam puncak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang pada kondisi eksisting, memprediksi kondisi lalu lintas delapan tahun mendatang, serta mengevaluasi alternatif penanganan berdasarkan hasil analisis kinerja simpang.
Penelitian menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Data primer berupa volume lalu lintas, geometrik simpang, dan hambatan samping diperoleh melalui survei lapangan, sedangkan data sekunder berupa jumlah penduduk dan data pendukung lainnya diperoleh dari instansi terkait. Analisis meliputi kapasitas, derajat kejenuhan (DJ), tundaan, peluang antrean, tingkat pelayanan, serta peramalan volume lalu lintas menggunakan metode pertumbuhan geometrik selama delapan tahun.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, simpang memiliki derajat kejenuhan sebesar 0,52, tundaan lalu lintas sebesar 6,08 detik/kendaraan, tundaan simpang sebesar 10,50 detik/kendaraan, peluang terjadinya antrian sebesar 19,16%, serta beroperasi pada Tingkat Pelayanan (Level of Service/LOS) C. Berdasarkan hasil peramalan lalu lintas selama delapan tahun, volume lalu lintas diproyeksikan mengalami peningkatan sehingga derajat kejenuhan mencapai 0,80. Tundaan lalu lintas meningkat menjadi 9,40 detik/kendaraan, tundaan simpang menjadi 13,58 detik/kendaraan, dan peluang terbentuknya antrian meningkat menjadi 38,36%. Meskipun terjadi peningkatan volume lalu lintas dan penurunan kinerja simpang, tingkat pelayanan simpang masih berada pada Level of Service (LOS) C.. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelebaran geometrik tidak dapat diterapkan karena keterbatasan kondisi fisik di sekitar simpang. Sementara itu, penerapan APILL 4 fase menghasilkan tingkat pelayanan E sehingga belum mampu meningkatkan kinerja simpang. Oleh karena itu, diperlukan kajian penanganan yang lebih komprehensif pada tingkat jaringan jalan
Kata kunci: simpang tak bersinyal, PKJI 2023, derajat kejenuhan, forecasting, APILL 4 fase.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI