DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENURUNAN COD DAN WARNA PADA LIMBAH CAIR SASIRANGAN DENGAN KOAGULASI DUA-TAHAP MENGGUNAKAN KOAGULAN ORGANIK TANAH LEMPUNG GAMBUT
PENGARANG:NABELLA ZAHRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-06


Limbah Cair Sasirangan (LCS) merupakan air buangan yang dihasilkan dari proses produksi kain khas Kalimantan Selatan yaitu kain sasirangan. Proses pembuatannya menggunakan pewarna sintetik sehingga kandungan COD dan warnanya melampaui baku mutu air limbah tekstil. Koagulasi dua-tahap merupakan proses yang tepat diterapkan untuk LCS yang memiliki konsentrasi kontaminan tinggi. Proses koagulasi menggunakan material lokal yaitu Tanah Lempung Gambut (TLG) yang melimpah di Kalimantan Selatan sebagai koagulan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pH LCS dan dosis koagulan organik TLG dalam menurunkan COD dan warna pada LCS dengan koagulasi dua-tahap menggunakan metode jar test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LCS memiliki pH yang basa yaitu 11,84, COD 1.483 mg/L, warna 886,39 PtCo, dan rasio E4/E6 awal yaitu 1,299. TLG yang digunakan diambil dari Desa Tatakan, Kabupaten Tapin yang memiliki karakteristik asam dengan pH mencapai 1,92 serta memiliki gugus fungsi alkil halida, tiol, aromatik, alkena, amina, amida, hidroksil, karboksil, karbonil, fenol, alkohol OH. Kondisi operasi terbaik yaitu pada proses koagulasi dua-tahap dengan pH LCS optimum 10, dosis 18 g/L dengan mekanisme pembubuhan 2/3 (tahap I) dan 1/3 (tahap II) yang mampu menurunkan COD 84,95% dengan konsentrasi akhir 223,13 mg/L, warna 93,36% dengan konsentrasi akhir 58,90 PtCo, rasio E4/E6 4,86, dan nilai pH akhir sebesar 3,87. Penggunaan TLG dalam proses koagulasi dua-tahap terbukti efektif dalam menurunkan COD dan warna pada LCS, sehingga berpotensi digunakan sebagai alternatif pengolahan LCS.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI