DIGITAL LIBRARY



JUDUL: Komunikasi Publik Aparat dalam Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kementerian Agama Kota Banjarmasin
PENGARANG:MUHAMMAD SYAH ALAM
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-06


ABSTRAK MUHAMMAD SYAH ALAM, 2420438310007, 2026 Komunikasi Publik Aparat dalam Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kementerian Agama Kota Banjarmasin dibawah bimbingan Bapak H. Bachruddin Ali Akhmad, selaku pembimbing. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya paradoks antara peningkatan kinerja prosedural Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kementerian Agama Kota Banjarmasin yang ditunjukkan melalui efisiensi waktu layanan sebesar 29,2% dan peningkatan kepuasan agregat dari 84,2% menjadi 91,5%, namun diiringi penurunan indikator komunikasi publik, seperti kejelasan informasi, responsivitas petugas, dan kualitas komunikasi dua arah. Kondisi ini menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan administratif belum sepenuhnya diimbangi oleh efektivitas komunikasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk praktik komunikasi publik aparat, menganalisis strategi komunikasi yang digunakan, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta menjelaskan upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan komunikasi pada pelayanan PTSP di Kementerian Agama Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam informan yang terdiri atas Kepala PTSP, dua petugas pelayanan, dan tiga masyarakat pengguna layanan, serta didukung melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi publik aparat berlangsung dalam empat bentuk pelayanan, yaitu pelayanan perizinan, pendaftaran, konsultasi, dan informasi, dengan mengintegrasikan pola komunikasi satu arah dan dua arah melalui tiga saluran utama, yakni komunikasi tatap muka sebagai saluran dominan, media cetak sebagai pendukung informasi, dan media digital sebagai perluasan jangkauan layanan. Hambatan komunikasi yang ditemukan meliputi hambatan semantik berupa penggunaan istilah teknis, hambatan teknis akibat gangguan jaringan, hambatan psikologis berupa persepsi negatif masyarakat, hambatan organisasional berupa keterbatasan koordinasi dan jumlah petugas, serta hambatan kultural akibat keragaman latar belakang masyarakat. Upaya mengatasi hambatan tersebut dilakukan melalui strategi antisipatif, interaktif, evaluatif, dan kolaboratif guna meningkatkan efektivitas komunikasi publik dalam pelayanan PTSP. Kata Kunci: Komunikasi Publik, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Kualitas Pelayanan

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI