DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PRARANCANGAN PABRIK ANILIN DARI NITROBENZENA DAN HIDROGEN DENGAN PROSES HIDROGENASI KAPASITAS 38.000 TON/TAHUN | |
| PENGARANG | : | AGUSTIYA NURAINI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-08 |
INTISARI
Pabrik Anilin dengan kapasitas 38.000 Ton/Tahun akan dibangun di Cilegon Banten pada lahan seluas 33.000 m2. Bahan baku utama berupa Nitrobenzena diimpor dari PT. Rubicon di Amerika Serikat dan hirogen akan dipasok dari PT. Air Liquide di Cilegon, Banten, dengan nikel sebagai katalis. Pabrik ini dirancang beroperasi secara kontinu selama 330 hari dalam setahun dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 140 orang.
Proses pembuatan anilin menggunakan proses hidrogenasi dilakukan dengan mereaksikan nitrobenzena dan hidrogen dalam reaktor. Reaksi terjadi pada reaktor fixed bed Multitube (R-210) dengan kondisi operasi 270°C dan tekanan 2,3 atm dengan konversi 97% tanpa menghasilkan produk sampingan. Secara termodinamika, reaksi antara nitrobenzena uap dan gas hidrogen ini bersifat eksotermis (melepas panas) dan searah (irreversible). Tinjauan kinetika juga menunjukkan bahwa reaksi pembentukan ini mengikuti reaksi orde satu terhadap nitrobenzena. Proses tersebut berlangsung di dalam Reaktor Fixed Bed Multitube (R-210) dengan bantuan katalis nikel (Ni) pada kondisi operasi suhu 270C dan tekanan 2,3 atm.Secara ringkas, tahapan proses produksi dibagi menjadi persiapan bahan baku, reaksi, pemurnian, dan hasil akhir. Nitrobenzena cair mula-mula diuapkan di dalam komponen vaporizer(V-122) dan dipisahkan uapnya melalui separator (D-130)sebelum dicampur dengan gas hidrogen menuju reaktor. Produk keluaran reaktor yang berupa campuran anilin, air, nitrobenzena, benzen, dan hidrogen selanjutnya diturunkan tekanan serta suhunya melalui ekspander (G-211) dan rangkaian alat pendingin (cooler). Campuran tersebut kemudian dialirkan ke Menara Distilasi 1(D-310) untuk memisahkan sisa bahan baku, lalu diteruskan ke Menara Distilasi 2(D-320) untuk memurnikan anilin hingga diperoleh produk akhir berupa anilin murni yang siap didistribusikan.
Kebutuhan utilitas air pabrik dipasok dari sungai terdekat sebanyak 36.877,7640 m3/hari, di samping penyediaan unit listrikdipenuhi dengan cara membeli dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan bahan bakar yang memadai untuk mendukung operasi pabrik.
Ditinjau dari evaluasi ekonomi, pabrik ini menunjukkan indikator keuangan yang sangat sehat dengan nilai Return of Investment (ROI) sebelum pajak 53% dan sesudah pajak sebesar 35%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak selama 1,6 tahun dan sesudah pajak selama 2,25 tahun, Break Even Point (BEP) sebesar 49%, dan Shut Down Point (SDP) sebesar 28%.Melalui hasil evaluasi teknis dan ekonomi tersebut, prarancangan pabrik anilin ini disimpulkan layak untuk dikaji lebih lanjut dalam tahan perencanaan berikutnya.
Kata kunci : Anilin, Fixed Bed Multitube, Hidrogenasi, Kelayakan Ekonomi, Nitrobenzena.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI