DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | OPTIMASI PELARUT ETANOL TERHADAP EKSTRAK BIJI PALILAK (Nelumbo nucifera) BERDASARKAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN | |
| PENGARANG | : | ARIANTI NUR SHOFIAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-09 |
Biji palilak (Nelumbo nucifera) memiliki potensi sebagai sumber pangan fungsional karena mengandung antioksidan alami untuk menangani stres oksidatif yang memicu berbagai penyakit kronis. Efektivitas penarikan senyawa aktif berupa flavonoid dari biji N. nucifera ini dapat dipengaruhi oleh konsentrasi pelarut. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan konsentrasi pelarut etanol yang paling optimal (70%, 80%, dan 96%) dalam proses ekstraksi biji N. nucifera menggunakan metode maserasi. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode kolorimetri dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS dengan pembanding Vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi pelarut berpengaruh sangat signifikan terhadap kadar flavonoid total dan nilai IC50 (p < 0,05). Kadar flavonoid total tertinggi diperoleh pada ekstrak etanol 80% (61,8580 ± 0,0608 mg QE/g), diikuti etanol 70% (41,6142 ± 0,1451 mg QE/g), dan etanol 96% (21,4784 ± 0,0868 mg QE/g). Aktivitas antioksidan terkuat nilai IC50 terkecil dihasilkan oleh ekstrak etanol 80% (71,0742 ± 0,3298 ppm), diikuti etanol 70% (97,9143 ± 0,1170 ppm), dan etanol 96% (129,5703 ± 0,1343 ppm), sementara Vitamin C sebesar 1,8673 ± 0,0021 ppm. Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya korelasi negatif yang sangat kuat dan signifikan (r = -0,994; p = 0,000) antara kadar flavonoid total dengan nilai IC50. Kesimpulan penelitian ini adalah pelarut etanol 80% merupakan konsentrasi paling optimal untuk mengekstraksi biji N. nucifera berdasarkan parameter kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan tertinggi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI