DIGITAL LIBRARY



JUDUL:UJI AKTIVITAS PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH EKSTRAK ETANOL 96% DAN FRAKSI n-HEKSAN DAUN BENALU BATU (Paraboea kalimantanensis) PADA TIKUS PUTIH JANTAN
PENGARANG:SITI TALITHA NUR IHSANA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-09


Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Penggunaan obat sintetis jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbahan alam. Daun benalu batu (Paraboea kalimantanensis) diketahui mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, dan terpenoid yang berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas penurunan kadar glukosa darah ekstrak etanol 96% dan fraksi n-heksan daun P. kalimantanensis serta menentukan dosis terbaik secara in vivo. Pengujian dilakukan dengan metode Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) pada tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi menjadi kelompok kontrol normal, kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (metformin), serta kelompok perlakuan ekstrak etanol 96% dan fraksi n-heksan dosis 300 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Kadar glukosa darah diukur menggunakan GCU meter pada menit ke-0, 30, 60, 90, dan 120 setelah induksi glukosa. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% dan fraksi n-heksan memberikan penurunan kadar glukosa darah yang berbeda bermakna dibanding kontrol negatif (p < 0,05) dan tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif (p ≥ 0,05). Dosis 400 mg/kgBB memberikan efek terbaik pada ekstrak etanol 96% (AUC = 14.037) dan fraksi n-heksan (AUC = 14.805). Berdasarkan hasil tersebut, kedua sediaan dapat dikembangkan sebagai alternatif penurun kadar glukosa darah berbahan alam. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI