DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MOTIVASI SOSIAL PENGRAJIN JUKUNG DI DESA PULAU SEWANGI KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA | |
| PENGARANG | : | SHELVANESA FEBRIANTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-09 |
Shelvanesa Febrianti, 2026. Motivasi Sosial Pengrajin jukung di Desa Pulau Sewangi Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Yuli Apriati.
Kata Kunci: Motivasi Sosial, Pengrajin jukung, Desa Pulau Sewangi
Desa Pulau Sewangi di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, merupakan sentra utama pembuatan jukung khas suku Banjar. Keahlian lokal yang diwariskan secara turun-temurun ini menjadikan profesi pengrajin jukung sebagai pilar kebudayaan sekaligus identitas sosial masyarakat. Namun, pesatnya arus modernisasi dan pergeseran jalur transportasi dari perairan ke daratan memicu menurunnya permintaan produksi dan penggunaan jukung, sehingga mengancam eksistensi dan hilangnya mata pencaharian tradisional ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Faktor motivasi sosial yang mendorong pengrajin di Desa Pulau Sewangi tetap bertahan membuat jukung (2) Tujuan pengrajin jukung di Desa Pulau Sewangi menjalankan profesinya di tengah perubahan sosial dan modernisasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 7 orang informan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dilakukan melalui pengamatan perpanjangan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor motivasi sosial yang mendorong pengrajin bertahan meliputi: (a) kenyamanan lingkungan (b) kepercayaan konsumen (c) harga diri dan pengakuan sosial (d) motivasi untuk berprestasi (e) dukungan keluarga (2) Tujuan pengrajin menjalankan profesinya yaitu: (a) pemenuhan kebutuhan hidup (nafkah) (b) mempertahankan kualitas (c) kemandirian dalam bekerja.
Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan: (1) Pemerintah daerah membantu mempermudah akses bahan baku kayu yang legal dan terjangkau, serta memberikan bantuan modal atau modernisasi alat kerja tanpa menghilangkan nilai autentik jukung. (2) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta lembaga adat memasukkan seni pembuatan jukung ke dalam materi muatan lokal di sekolah-sekolah wilayah Barito Kuala untuk menjaga kelestarian budaya.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI