DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BEMBAN (Donax canniformis) 10%, 15%, DAN 20% TERHADAP NILAI KEKUATAN TEKAN RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID
PENGARANG:NEZWA DIANITA PUTRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-09


Latar Belakang: Resin komposit nanohybrid posterior rentan fraktur sebesar 5–45% akibat beban kunyah. Serat alami batang bemban (Donax canniformis) mengandung selulosa (24,17%) dan lignin (32,41%) yang berpotensi sebagai penguat material. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi konsentrasi serat bemban terhadap kekuatan tekan resin komposit nanohybrid. Metode: Penelitian true experimental post-test only control group ini menggunakan 20 spesimen silindris ADA No. 27. Sampel dibagi menjadi kelompok 1 (resin penuh), kelompok 2 (resin+serat 10%), kelompok 3 (resin+serat 15%), dan kelompok 4 (resin+serat 20%). Spesimen diuji menggunakan Universal Testing Machine (UTM) kecepatan 0,5 mm/menit, lalu data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil: Rerata kekuatan tekan kelompok 1 sebesar 112,042 MPa, kelompok 2 sebesar 126,828 MPa, kelompok 3 sebesar 162,644 MPa, dan kelompok 4 sebesar 180,432 MPa (p=0,009). Kelompok 2 tidak berbeda bermakna dibanding kelompok 1 (p=0,747). Peningkatan kekuatan tekan signifikan terbentuk pada kelompok 3 (p=0,038) dan kelompok 4 (p=0,004) karena kerapatan anyaman serat mampu mendistribusikan tekanan secara merata. Kesimpulan: Penambahan serat bemban (Donax canniformis) signifikan meningkatkan kekuatan tekan resin komposit nanohybrid, dengan konsentrasi 20% sebagai formulasi paling optimal.

Latar Belakang: Resin komposit nanohybrid posterior rentan fraktur sebesar 5–45% akibat beban kunyah. Serat alami batang bemban (Donax canniformis) mengandung selulosa (24,17%) dan lignin (32,41%) yang berpotensi sebagai penguat material. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi konsentrasi serat bemban terhadap kekuatan tekan resin komposit nanohybrid. Metode: Penelitian true experimental post-test only control group ini menggunakan 20 spesimen silindris ADA No. 27. Sampel dibagi menjadi kelompok 1 (resin penuh), kelompok 2 (resin+serat 10%), kelompok 3 (resin+serat 15%), dan kelompok 4 (resin+serat 20%). Spesimen diuji menggunakan Universal Testing Machine (UTM) kecepatan 0,5 mm/menit, lalu data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil: Rerata kekuatan tekan kelompok 1 sebesar 112,042 MPa, kelompok 2 sebesar 126,828 MPa, kelompok 3 sebesar 162,644 MPa, dan kelompok 4 sebesar 180,432 MPa (p=0,009). Kelompok 2 tidak berbeda bermakna dibanding kelompok 1 (p=0,747). Peningkatan kekuatan tekan signifikan terbentuk pada kelompok 3 (p=0,038) dan kelompok 4 (p=0,004) karena kerapatan anyaman serat mampu mendistribusikan tekanan secara merata. Kesimpulan: Penambahan serat bemban (Donax canniformis) signifikan meningkatkan kekuatan tekan resin komposit nanohybrid, dengan konsentrasi 20% sebagai formulasi paling optimal. Kata Kunci: kekuatan tekan, resin komposit nanohybrid, serat bemban, Fiber Reinforced Composite.Latar Belakang: Resin komposit nanohybrid posterior rentan fraktur sebesar 5–45% akibat beban kunyah. Serat alami batang bemban (Donax canniformis) mengandung selulosa (24,17%) dan lignin (32,41%) yang berpotensi sebagai penguat material. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi konsentrasi serat bemban terhadap kekuatan tekan resin komposit nanohybrid. Metode: Penelitian true experimental post-test only control group ini menggunakan 20 spesimen silindris ADA No. 27. Sampel dibagi menjadi kelompok 1 (resin penuh), kelompok 2 (resin+serat 10%), kelompok 3 (resin+serat 15%), dan kelompok 4 (resin+serat 20%). Spesimen diuji menggunakan Universal Testing Machine (UTM) kecepatan 0,5 mm/menit, lalu data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil: Rerata kekuatan tekan kelompok 1 sebesar 112,042 MPa, kelompok 2 sebesar 126,828 MPa, kelompok 3 sebesar 162,644 MPa, dan kelompok 4 sebesar 180,432 MPa (p=0,009). Kelompok 2 tidak berbeda bermakna dibanding kelompok 1 (p=0,747). Peningkatan kekuatan tekan signifikan terbentuk pada kelompok 3 (p=0,038) dan kelompok 4 (p=0,004) karena kerapatan anyaman serat mampu mendistribusikan tekanan secara merata. Kesimpulan: Penambahan serat bemban (Donax canniformis) signifikan meningkatkan kekuatan tekan resin komposit nanohybrid, dengan konsentrasi 20% sebagai formulasi paling optimal. Kata Kunci: kekuatan tekan, resin komposit nanohybrid, serat bemban, Fiber Reinforced Composite.Latar Belakang: Resin komposit nanohybrid posterior rentan fraktur sebesar 5–45% akibat beban kunyah. Serat alami batang bemban (Donax canniformis) mengandung selulosa (24,17%) dan lignin (32,41%) yang berpotensi sebagai penguat material. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi konsentrasi serat bemban terhadap kekuatan tekan resin komposit nanohybrid. Metode: Penelitian true experimental post-test only control group ini menggunakan 20 spesimen silindris ADA No. 27. Sampel dibagi menjadi kelompok 1 (resin penuh), kelompok 2 (resin+serat 10%), kelompok 3 (resin+serat 15%), dan kelompok 4 (resin+serat 20%). Spesimen diuji menggunakan Universal Testing Machine (UTM) kecepatan 0,5 mm/menit, lalu data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil: Rerata kekuatan tekan kelompok 1 sebesar 112,042 MPa, kelompok 2 sebesar 126,828 MPa, kelompok 3 sebesar 162,644 MPa, dan kelompok 4 sebesar 180,432 MPa (p=0,009). Kelompok 2 tidak berbeda bermakna dibanding kelompok 1 (p=0,747). Peningkatan kekuatan tekan signifikan terbentuk pada kelompok 3 (p=0,038) dan kelompok 4 (p=0,004) karena kerapatan anyaman serat mampu mendistribusikan tekanan secara merata. Kesimpulan: Penambahan serat bemban (Donax canniformis) signifikan meningkatkan kekuatan tekan resin komposit nanohybrid, dengan konsentrasi 20% sebagai formulasi paling optimal. Kata Kunci: kekuatan tekan, resin komposit nanohybrid, serat bemban, Fiber Reinforced Composite.Kata Kunci: kekuatan tekan, resin komposit nanohybrid, serat bemban, Fiber Reinforced Composite.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI