DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PEMBERIAN PGPR DAN TRICHODERMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI TIUNG TANJUNG DI TANAH SPODOSOL
PENGARANG:ANDI RAHMAN HALIM
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-09


Kalimantan Selatan mengalami defisit produksi cabai rawit, sehingga optimalisasi lahan suboptimal Spodosol menjadi langkah strategis yang penting. Namun, tanah Spodosol memiliki kendala tekstur berpasir yang miskin air, pH sangat masam, dan defisiensi hara makro. Sebagai solusi, penelitian ini mengusulkan kombinasi agen biologis Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Trichoderma sp. sebagai biofertilizer dan biostimulan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh tunggal maupun interaksi kedua agen hayati ini terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit varietas lokal Tiung Tanjung. Metode yang digunakan adalah eksperimental kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah dosis PGPR (0, 15, dan 30 ml L-1 dan faktor kedua adalah dosis Trichoderma sp. (0, 30, dan 60 ml L-1. Kontribusi penelitian ini adalah menguji batas efektivitas inokulan hayati pada komoditas lokal di tanah berspesifikasi ekstrem. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian PGPR, Trichoderma sp., maupun kombinasi keduanya tidak memberikan pengaruh nyata (ns) terhadap seluruh variabel pertumbuhan dan hasil tanaman. Secara fisiologis, hal ini disebabkan oleh terjadinya imobilisasi hara dan kompetisi nutrisi yang ketat antara populasi mikroba yang padat dengan perakaran tanaman di tanah Spodosol yang miskin hara. Kesimpulannya, aplikasi kedua mikroba ini tidak efektif untuk budidaya cabai di tanah Spodosol tanpa adanya tambahan bahan organik pendukung. Keuntungan ilmiah dari temuan ini menegaskan bahwa inokulasi agen hayati di lahan marginal wajib diintegrasikan dengan amandemen organik agar tidak menjadi beban metabolisme bagi tanaman.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI