DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS MANAJEMEN DAN EFISIENSI ALOKATIF USAHA PEMBENIHAN IKAN NILA DI KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN TABALONG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:SARI MAHRITA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-09


Produkstivitas budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai peran signifikan dalam mendukung dalam ketahanan pangan dan ekonomi perikanan Indonesia.  Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis sistem manajemen budidaya  pembenihan ikan nila, menganalisis faktor  yang memengaruhi produksi benih ikan  nila dan menganalisis alokasi penggunaan faktor– faktor  produksi pada pembenihan ikan nila agar tercapai kondisi yang optimal. Pembudidaya benih ikan Nila yang berada di Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong sebanyak 61 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan penerapan manajemen pembenihan ikan nila sesuai SNI 01-6141-2009 dan analisis kuantitatif menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi benih ikan nila. Selanjutnya, dilakukan analisis efisiensi alokatif serta pengujian hipotesis menggunakan uji koefisien determinasi (R²), uji F, dan uji t. Pembudiya pembenihan ikan nila di kecamatan Tanjung sudah menerapkan manajemen yang baik sesuai SNI 01-6141-2009. Estimasi fungsi produksi Cobb-Douglas menggunakan regresi linier berganda log-linear diperoleh bahwa secara simultan variabel luas kolam, jumlah induk, pakan, tenaga kerja, dan penggunaan pupuk berpengaruh signifikan terhadap produksi benih ikan nila. Secara parsial, variabel jumlah induk dan pakan berpengaruh signifikan terhadap produksi benih ikan nila. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah induk dan pakan dapat meningkatkan produksi benih ikan nila. Sementara itu, variabel luas kolam, tenaga kerja, dan penggunaan pupuk tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi benih ikan nila karena memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Efisiensi alokatif diperoleh bahwa variabel jumlah induk memiliki nilai (NPM_Xi)/P_Xi  sebesar 29,583 > 1, sehingga penggunaan jumlah induk belum efisien dan masih perlu ditambah untuk mencapai kondisi produksi yang optimal. Variabel pakan juga memiliki nilai (NPM_Xi)/P_Xi  sebesar 3,746 > 1, sehingga penggunaan pakan belum efisien dan masih perlu ditambah karena nilai produk marjinal yang dihasilkan masih lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh input tersebut.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI