DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERBANDINGAN PELARUT ETANOL, METANOL, DAN AIR PADA EKSTRAKSI ENDOSPERMA AREN (Arenga Pinnata) TERHADAP KONSENTRASI KANDUNGAN GALAKTOMANAN (Studi pendahuluan terhadap proses sediaan penyembuhan luka) | |
| PENGARANG | : | ALIF YAZID AUFARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-10 |
PERBEDAAN PELARUT ETANOL, METANOL, DAN AIR PADA EKSTRAKSI ENDOSPERMA AREN (Arenga Pinnata) TERHADAP KONSENTRASI KANDUNGAN GALAKTOMANAN
Alif Yazid Aufari,Irham Taufiqurrahman,Yanuar Ichram Nahzi
LatarBelakang: Endosperma aren (Arenga pinnata) merupakan komoditas lokal Kalimantan Selatan yang berpotensi besar sebagai material biomedis kedokteran gigi karena kaya akan senyawa polimer galaktomanan. Efisiensi isolasi dan kuantitas kadar galaktomanan yang dihasilkan sangat bergantung pada tahapan ekstraksi, di mana pemilihan jenis pelarut menjadi faktor paling kritis berdasarkan prinsip kepolaran (like dissolves like). Meskipun beberapa penelitian terdahulu telah menggunakan pelarut spesifik seperti air, etanol, atau metanol secara terpisah, belum ada studi komparatif yang mengevaluasi efektivitas ketiganya secara simultan terhadap hasil isolat endosperma aren. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efisiensi ketiga jenis pelarut tersebut guna menentukan pelarut paling optimal yang menghasilkan kadar galaktomanan tertinggi dengan integritas struktural yang terjaga. Tujuan:Untuk mengetahui, membandingkan, dan menganalisis perbedaan konsentrasi kandungan galaktomanan dari hasil ekstraksi endosperma aren menggunakan variasi jenis pelarut etanol, metanol, dan air guna menemukan pelarut ekstraksi yang paling optimal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan posttest-only with control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kuantifikasi kadar galaktomanan dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 430 nm dengan 9 kali replikasi. Identifikasi kualitatif gugus fungsi menggunakan spektrofotometri Fourier Transform Infrared (FTIR) pada rentang 400–4000 cm?¹ dengan 5 kali pengulangan. Analisis statistik menggunakan uji non-parametrik Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Post Hoc Pairwise Comparisons. Hasil: Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan kadar yang signifikan antar ketiga pelarut (p = 0,000), dengan uji Post Hoc menunjukkan perbedaan nyata pada tiap kelompok (p< 0,05). Kesimpulan: Variasi jenis pelarut berpengaruh signifikan terhadap kadar galaktomanan endosperma aren (Arenga pinnata) dan air menjadi pelarut terbaik dari 3 variasi pelarut penelitian.
Katakunci:Arenga pinnata,galaktomanan, optimasi pelarut, ekstraksi, FTIR, UV-VIS
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI