DIGITAL LIBRARY



JUDUL:HENING YANG MEMANGGIL PULANG: KRITIK EKOFEMINISME ATAS NESTAPA PENYALAHGUNAAN SATWA DALAM PELUKAN ANTROPOSENTRISME DI TENGAH RIUH PASAR
PENGARANG:UMI FADILATIN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-10


Hening yang Memanggil Pulang: Kritik Ekofeminisme atas Nestapa Penyalahgunaan Satwa dalam Pelukan Antroposentrisme di Tengah Riuh Pasar 

Skripsi. 2026. Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat Umi Fadilatin

Perdagangan satwa di pasar tradisional menunjukkan keberlanjutan praktik yang mencerminkan dominasi antroposentris dalam relasi manusia dan satwa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud antroposentrisme dalam praktik jual beli satwa di Pasar Ahad KM 7 Kota Banjarmasin serta menganalisisnya melalui perspektif ekofeminisme untuk mengungkap penyalahgunaan satwa (animal misuse) dan relasi kuasa yang mendasarinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan Manual Data Analisis Prosedur (MDAP) melalui tahapan pencatatan, transkripsi, pengodean, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa satwa diposisikan sebagai entitas bernilai tukar dalam logika ekonomi pasar, ditempatkan dalam ruang terbatas, serta diperlakukan berdasarkan pertimbangan harga, jenis, dan potensi keuntungan. Praktik tersebut dinormalisasi sebagai bagian dari rutinitas ekonomi lokal dan diperkuat oleh interaksi antara penjual dan pembeli yang memusatkan manfaat pada kepentingan manusia. Dalam perspektif ekofeminisme, kondisi ini menunjukkan relasi hierarkis yang dominatif dan menempatkan satwa sebagai objek instrumental sehingga nilai intrinsiknya sebagai makhluk hidup terabaikan. Penelitian ini berkontribusi memperkaya kajian sosiologi lingkungan dan ekofeminisme melalui analisis empiris mengenai reproduksi antroposentrisme dalam ruang ekonomi lokal serta menyediakan dasar konseptual bagi penguatan etika ekologis dalam praktik sosial. Secara praktis, temuan ini menjadi rujukan kebijakan pengawasan dan standar kesejahteraan satwa serta mendorong kesadaran etis dan transformasi praktik ekonomi yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

Kata kunci: relasi kuasa; dominasi ekologis; nilai intrinsik; kesejahteraan hewan; ekonomi lokal

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI