DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Fosfor pada Tanah Kering Masam dan Tanah Pasir yang Diaplikasikan Pupuk Pelet Berbahan Kotoran Sapi Diperkaya NPK dan Biochar
PENGARANG:NOORHELDATUSSYIFA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-13


Rendahnya ketersediaan unsur hara pada lahan kering masam dan tanah pasir merupakan salah satu kendala utama dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kandungan fosfor (P-total dan P-tersedia) serta parameter pendukung, yaitu pH dan C-organik, pada tanah kering masam dan tanah pasir setelah aplikasi pupuk pelet berbahan dasar kotoran sapi yang diperkaya NPK dan biochar batok kelapa. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Pola Tersarang (Nested Design) dengan faktor utama berupa jenis tanah, yaitu tanah kering masam (TKM) dan tanah pasir (PSR), serta faktor tersarang berupa lima formulasi pupuk, yaitu K1 : pupuk kotoran sapi 83,3%  + biochar 16,7%, K2 : pupuk kotoran sapi 73,3% + NPK 10%  + biochar 16,7%, K3 : pupuk kotoran sapi 63,3%  + NPK 20% + biochar 16,7%, K4 : pupuk kotoran sapi 53,3% + NPK 30%  + biochar 16,7% dan K5 : NPK 100% masing-masing dengan tiga ulangan. Analisis tanah dilakukan setelah masa inkubasi selama enam minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah berpengaruh sangat nyata terhadap kandungan C-organik dan pH, namun tidak berpengaruh nyata terhadap P-total, dan P-tersedia. Perbedaan kandungan C-organik antarjenis tanah berkaitan dengan dominasi pori makro pada tanah pasir yang mempercepat pencucian karbon dan dekomposisi aerobik, sedangkan tanah kering masam dengan fraksi liat lebih tinggi mampu mempertahankan bahan organik lebih baik. Formulasi pupuk memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pH, P-total, dan P-tersedia tanah. Perlakuan K5 menghasilkan peningkatan tertinggi pada P-total (TKM: 8,74 mg.100 g?¹; PSR: 5,10 mg.100 g?¹) dan P-tersedia (TKM: 12,78 ppm; PSR: 13,00 ppm), namun cenderung menurunkan pH tanah seiring meningkatnya dosis NPK. Secara umum, aplikasi kombinasi kotoran sapi, NPK, dan biochar efektif meningkatkan ketersediaan fosfor tanah. Perlakuan terbaik pada kedua jenis tanah diperoleh pada K5, sedangkan untuk kategori pupuk pelet, formulasi terbaik meningkatkan P-total adalah formulasi K3 (pupuk kotoran sapi 63,3%  + NPK 20% + biochar 16,7%), sedangkan perlakuan terbaik untuk meningkatkan P-tersedia adalah formulasi K4(pupuk kotoran sapi 53,3% + NPK 30%  + biochar 16,7%) pada tanah kering masam dan  K3 (pupuk kotoran sapi 63,3%  + NPK 20% + biochar 16,7%) pada tanah pasir karena menunjukkan potensi pelepasan hara secara bertahap (slow release) yang lebih baik.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI