DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS KARAKTERISTIK BIOPOT BERBAHAN BAKU ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DENGAN PERBANDINGAN JENIS DAN KOMPOSISI BAHAN PEREKAT | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD FITRIANUR | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-13 |
Biopot merupakan media tanam ramah lingkungan yang dapat terurai secara alami dan berpotensi menjadi alternatif pengganti kantong plastik polybag yang sulit terurai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang komposisi bahan baku dan perekat biopot yang efektif sebagai media penyemaian bibit, serta menganalisis karakteristik fisik dan mekaniknya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor perlakuan: konsentrasi bahan baku yang terdiri dari 4 taraf (akar; akar:daun 1:1; akar:batang 1:1; dan akar:batang 2:3) dan jenis perekat, yaitu Perekat 1 (PVAc:kaolin:tapioka rasio 3:2:1) dan Perekat 2 (rasio 1:1:1). Parameter yang diuji meliputi kerapatan, ketahanan bentur (Impact Resistance Index/IRI), kadar air, pH, daya serap air, serta uji fungsional pertumbuhan bibit tomat dan cabai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi jenis perekat dan komposisi bahan baku berpengaruh signifikan terhadap kualitas biopot. Formulasi Perekat 1 dengan dominasi PVAc pada serat akar (perlakuan A1B1) menghasilkan kualitas terbaik dengan kadar air terendah sebesar 0,305% dan indeks ketahanan bentur (IRI) mencapai 99,9%. Sebaliknya, perlakuan A2B1 mencatat nilai kerapatan tertinggi sebesar 0,1325 g/cm³ namun memiliki kadar air tertinggi (10,895%) dan IRI terendah (98,512%) akibat sifat higroskopis tapioka yang memerangkap kelembapan dan melemahkan ikatan antar serat. Secara keseluruhan, biopot berbahan eceng gondok dengan kombinasi Perekat 1 dan serat akar merupakan desain paling optimal sebagai wadah semai ramah lingkungan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI