DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS SEBARAN URBAN HEAT ISLAND (UHI) DI KOTA BANJARBARU MENGGUNAKAN INDEKS NDVI, NDBI, DAN LST
PENGARANG:NAJWA HANIM
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-13


Pertumbuhan kawasan perkotaan berpotensi meningkatkan fenomena Urban Heat Island (UHI) akibat perubahan tutupan lahan dan berkurangnya vegetasi. Kota Banjarbaru yang ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan sejak tahun 2022 mengalami perkembangan kawasan terbangun yang cukup pesat sehingga berpotensi memengaruhi distribusi suhu permukaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial UHI serta hubungan antara Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), dan Land Surface Temperature (LST) di Kota Banjarbaru tahun 2020, 2023, dan 2025. Data yang digunakan berupa citra Landsat 8 Collection 2 Level 2 yang diolah menggunakan Google Earth Engine, ArcGIS, dan GeoDa. Zona UHI diidentifikasi berdasarkan kelas suhu tinggi dan sangat tinggi, sedangkan hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan regresi linier pada 20 kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona UHI terkonsentrasi pada kawasan perkotaan utama, khususnya Kecamatan Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan. Luas zona UHI urban tercatat sebesar 3.342,04 ha pada tahun 2020, 2.538,26 ha pada tahun 2023, dan 149,30 ha pada tahun 2025. Analisis regresi menunjukkan bahwa NDVI memiliki hubungan negatif signifikan terhadap LST dengan nilai R² sebesar 0,628–0,851, sedangkan NDBI memiliki hubungan positif signifikan dengan nilai R² sebesar 0,696–0,833 (p<0,001). Hasil validasi menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 91,67%. Temuan ini menunjukkan bahwa vegetasi berperan penting dalam menurunkan suhu permukaan, sementara peningkatan kawasan terbangun berkontribusi terhadap pembentukan Urban Heat Island di Kota Banjarbaru. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI