DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGEMBANGAN EDIBLE FILM BERBASIS LIMBAH BIJI ALPUKAT MENGGUNAKAN GLISEROL, CARBOXYMETHYL CELLULOSE, DAN EKSTRAK CENGKEH SEBAGAI KEMASAN PANGAN RAMAH LINGKUNGAN | |
| PENGARANG | : | M. IQBAL YUFAN ENDY WICAKSANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-13 |
Edible film adalah lapisan tipis berbasis bahan alami yang dapat dikonsumsi dan digunakan sebagai kemasan makanan ramah lingkungan. Edible film dibuat dari pati biji alpukat dengan penambahan gliserol sebagai plasticizer, carboxymethyl cellulose (CMC) sebagai filler dan ekstrak cengkeh sebagai agen antibakteri. Tujuan penelitian ini menganalisis penambahan konsentrasi CMC, gliserol, dan ekstrak cengkeh terhadap karakteristik fisik, aktivitas antibakteri, gugus fungsi, permeabilitas uap air, dan biodegradabilitas edible film. Edible film di buat dengan variasi CMC (30%, 35%, 40%, w/w), variasi gliserol (20%, 30%, 40%, v/w) ekstrak cengkeh (5%, 10%, 5%, v/v), akuades 100 ml, 4 gram pati biji alpukat, lalu dipanaskan 80 °C selama 60 menit, dicetak dan dioven 55 °C, selama 12 jam. Hasil penelitian menunjukkan edible film dengan formulasi CMC 40%, gliserol 30%, dan ekstrak cengkeh 10% memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS) dengan nilai ketebalan 0,136 mm, kuat tarik 4,947 MPa, elongasi 92,3%, memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli dengan zona bening yang samar berukuran 24,60 mm, tidak ada puncak baru yang menunjukkan tidak munculnya ikatan kimia baru, memiliki permeabililtas uap air rendah yang memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS) dengan nilai water vapor transmission rate (WVTR) sebesar 0,212 g/m2.h pada konsentrasi , serta dapat terdegradasi pada tanah dalam 12 hari. Kata Kunci: Biji alpukat, carboxymethyl cellulose, edible film, ekstrak cengkeh, gliserol.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI