DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERBANDINGAN AKURASI ANTARA METODE TANAKA-JOHNSTON DAN SITEPU DALAM ANALISIS RUANG GIGI BERCAMPUR PADA SUKU BANJAR (Tinjauan Pada Siswa/i SDN Sungai Andai 4 Banjarmasin) | |
| PENGARANG | : | DIMAS PURNA SATRIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-13 |
Latar Belakang: Maloklusi merupakan masalah kesehatan gigi yang signifikan di Indonesia dengan prevalensi yang diperkirakan mencapai 80% dari total populasi. Periode gigi bercampur (usia 6-12 tahun) rentan mengalami diskrepansi ukuran gigi dan lengkung rahang yang dapat memicu maloklusi. Metode Tanaka-Johnston dan Sitepu merupakan metode non-radiografik yang umum digunakan untuk analisis ruang gigi bercampur, namun keduanya dikembangkan berdasarkan populasi yang berbeda dari suku Banjar, sehingga akurasinya perlu dievaluasi. Tujuan: Membandingkan akurasi metode Tanaka-Johnston dan Sitepu dalam analisis ruang gigi bercampur pada suku Banjar usia 11-12 tahun. Metode: Penelitian cross-sectional ini melibatkan 30 siswa/i suku Banjar usia 11-12 tahun di SDN Sungai Andai 4 Banjarmasin menggunakan teknik total sampling. Hasil prediksi kedua metode dibandingkan dengan ukuran gigi aktual menggunakan uji t berpasangan. Hasil: Pada rahang atas, baik metode Tanaka-Johnston (p = 0,937; mean difference 0,017 mm; 95% CI -0,413 hingga 0,446 mm) maupun metode Sitepu (p = 0,095; mean difference 0,364 mm; 95% CI -0,067 hingga 0,795 mm) tidak menunjukkan perbedaan bermakna dengan ukuran aktual. Pada rahang bawah, metode Tanaka-Johnston menunjukkan perbedaan bermakna (p < 0,001; mean difference 0,950 mm; 95% CI 0,511 hingga 1,389 mm) dan cenderung overestimasi, sedangkan metode Sitepu tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p = 0,064; mean difference 0,420 mm; 95% CI -0,026 hingga 0,865 mm). Kesimpulan: Metode Tanaka–Johnston menunjukkan akurasi yang lebih baik pada rahang atas dibandingkan metode Sitepu. Pada rahang bawah, metode Sitepu lebih akurat, sedangkan metode Tanaka–Johnston kurang akurat dan cenderung overestimasi pada suku Banjar usia 11-12 tahun.
Kata kunci: Suku Banjar, metode Tanaka-Johnston, metode Sitepu, analisis ruang gigi bercampur, akurasi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI