DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERANCANGAN RUANG PUBLIK BUDAYA PADA KAWASAN BUNDARAN BESAR PALANGKARAYA
PENGARANG:FAJAR IRZA PRADITA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-14


ABSTRAK

Bundaran Besar merupakan ikon sekaligus ruang publik utama di Kota Palangka Raya yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Namun, kawasan ini belum mampu mengakomodasi fungsi pelestarian budaya lokal secara optimal. Penelitian ini bertujuan merancang Ruang Publik Budaya dengan pendekatan Arsitektur Kontekstual yang mengintegrasikan fungsi sosial, budaya, edukasi, dan rekreasi. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis tapak, aktivitas, kebutuhan ruang, serta penyusunan konsep perancangan. Konsep utama yang diterapkan adalah Spirit of Huma Betang , yang merepresentasikan nilai kebersamaan, keterbukaan, toleransi, dan musyawarah masyarakat Dayak Ngaju. Hasil perancangan menghasilkan kawasan yang terdiri atas bangunan utama, pusat informasi, taman anggrek, central park, foodcourt, playground, walking park, dan fasilitas pendukung yang terhubung melalui sirkulasi terpadu. Penerapan Arsitektur Kontekstual diwujudkan melalui reinterpretasi bentuk Huma Betang, penggunaan motif Dayak, material lokal, dan lanskap tropis. Rancangan ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Kota Palangka Raya serta meningkatkan kualitas ruang publik yang berkelanjutan. 

 

Kata kunci:Arsitektur Kontekstual, Huma Betang, Ruang Publik Budaya, Palangkaraya.

 

ABSTRACT

Bundaran Besar is a major public space and cultural landmark in Palangka Raya, Central Kalimantan, but its role in preserving local culture remains limited. This study proposes the design of a Cultural Public Space using a Contextual Architecture approach that integrates social, cultural, educational, and recreational functions. The design process includes problem identification, data collection, site and spatial analyses, and concept development. The design is based on the Spirit of Huma Betang, reflecting the Dayak Ngaju values of togetherness, openness, tolerance, and deliberation. The proposed development includes a main building, an information center, an orchid garden, a central park, a food court, a playground, a walking park, and supporting facilities connected by an integrated circulation system. The design applies contextual architectural principles through the reinterpretation of Huma Betang architecture, Dayak motifs, local materials, and tropical landscape planning, strengthening Palangka Raya's cultural identity while promoting sustainable public space. 

 

Keywords: Contextual Architecture, Huma Betang, Cultural Public Space, Palangkaraya

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI