DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EVALUASI KAPABILITAS RANTAI PASOK BAHAN PELEDAK EMULSI DAN EFEKTIVITAS SIKLUS PERSIAPAN PELEDAKAN DALAM MENDUKUNG RENCANA PRODUKSI LIFE OF MINE (LOM) DI PT ARUTMIN INDONESIA SITE SATUI, KAB. TANAH BUMBU, KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | SKOLASTIKA PANJAITAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-14 |
Operasi penambangan terbuka di PT Arutmin Indonesia Site Satui yang melibatkan lebih dari satu pit aktif memerlukan sinkronisasi antara target produksi Life of Mine (LOM) periode 2026–2030 dengan ketersediaan bahan peledak emulsi serta efektivitas siklus persiapan peledakan. Ketidaksesuaian kapasitas rantai pasok maupun keterlambatan tahapan persiapan peledakan berpotensi menghambat pencapaian target pemberaian material harian. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapabilitas rantai pasok bahan peledak emulsi, efektivitas siklus persiapan peledakan, mengidentifikasi bottleneck, serta merumuskan strategi optimalisasi operasi peledakan.
Penelitian dilakukan dengan membandingkan kebutuhan bahan peledak pada kondisi peak daily production terhadap kapasitas Mixing Plant dan Mobile Mixing Unit (MMU), serta membandingkan durasi siklus persiapan peledakan dari tahap drilling hingga final blast inspection terhadap cut-off blasting time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MMU memiliki kapasitas pelayanan harian yang memadai, yaitu 35.306–38.262 kg/hari pada MMU 1 dan 29.774–35.482 kg/hari pada MMU 2. Sebaliknya, Mixing Plant dengan kapasitas produksi 51 ton emulsi per hari diproyeksikan mengalami stockout sebesar 1 ton pada tahun 2029 dan 2 ton pada tahun 2030 akibat laju konsumsi reload MMU yang melebihi laju penyelesaian batch produksi. Evaluasi siklus persiapan peledakan menunjukkan bahwa seluruh target peledakan tercapai pada tahun 2026, sedangkan pada periode 2027–2030 terjadi ketidaktercapaian efektivitas akibat tahapan tie-up dan final blast inspection yang melampaui cut-off blasting time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bottleneck sistem operasi terletak pada keterbatasan kapasitas suplai mixing plant serta durasi tahapan akhir siklus persiapan peledakan pada kondisi puncak produksi. Optimalisasi melalui percepatan pembuatan fuel blend satu hari sebelum charging mampu menghilangkan kondisi stockout, sedangkan penerapan sleep blast direkomendasikan sebagai strategi mitigasi untuk menjaga kontinuitas pencapaian target produksi.
Kata Kunci: Rantai Pasok, Bahan Peledak Emulsi, Siklus Persiapan Peledakan, Mobile Mixing Unit, Mixing Plant, Sleep Blas
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI