DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Evaluasi Perbedaan Model Konfigurasi Elektroda, Konsumsi Energi Listrik dan Biaya Operasional Proses Elektrokoagulasi Air Gambut Menjadi Air Bersih | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD NADJAMUDDIN SYARIF HIDAYATULLAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-15 |
Air gambut merupakan sumber air permukaan yang melimpah di Indonesia, khususnya di Kalimantan, namun memiliki karakteristik kualitas yang rendah karena bersifat sangat asam (pH rendah), berwarna cokelat, serta mengandung kadar zat organik, kekeruhan, dan total padatan terlarut (TDS) yang tinggi sehingga belum memenuhi standar air bersih. Berbagai metode pengolahan telah diterapkan, tetapi masih memiliki keterbatasan dari sisi efisiensi maupun biaya operasional. Elektrokoagulasi menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan karena mampu menghilangkan berbagai kontaminan tanpa penambahan bahan kimia dalam jumlah besar. Namun, pengaruh konfigurasi elektroda terhadap efisiensi penyisihan polutan, konsumsi energi listrik, dan biaya operasional masih belum banyak dikaji secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi empat konfigurasi elektroda, yaitu One Pair Electrode (OPE), Monopolar Parallel (MP-P), Monopolar Series (MP-S), dan Bipolar Series (BP-S), untuk memperoleh konfigurasi yang paling efektif dan ekonomis dalam pengolahan air gambut.
Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan reaktor elektrokoagulasi dengan elektroda aluminium. Variabel bebas yang dikaji meliputi konfigurasi elektroda, rapat arus sebesar 4–10 mA/cm², dan waktu reaksi 10–90 menit, sedangkan parameter respon yang diamati adalah pH, TDS, kekeruhan, warna, dan zat organik. Optimasi kondisi operasi dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) berbasis Central Composite Design (CCD) melalui perangkat lunak Design Expert versi 13. Model statistik divalidasi menggunakan analisis varians (ANOVA), kemudian dilakukan evaluasi kelayakan ekonomi berdasarkan konsumsi energi listrik, kehilangan massa elektroda, serta biaya operasional pada kondisi optimum masing-masing konfigurasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konfigurasi elektroda mampu meningkatkan kualitas air gambut secara signifikan, namun menghasilkan tingkat efisiensi penyisihan, konsumsi energi, umur pakai elektroda, dan biaya operasional yang berbeda. Berdasarkan optimasi numerik menggunakan fungsi desirability, konfigurasi Monopolar Parallel (MPP) memberikan kondisi operasi optimum terbaik dengan nilai desirability sebesar 0,611. Konfigurasi ini menunjukkan keseimbangan terbaik antara peningkatan kualitas air dan aspek ekonomi proses, dengan biaya operasional terendah sebesar 0,2982 USD/m³ serta lifetime elektroda selama 66 jam pada kondisi operasi optimum. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konfigurasi MPP merupakan alternatif yang paling layak diterapkan dalam pengolahan air gambut karena mampu memberikan kinerja pengolahan yang efektif dengan konsumsi energi dan biaya operasi yang lebih rendah dibandingkan konfigurasi elektroda lainnya, sehingga berpotensi untuk diaplikasikan sebagai teknologi pengolahan air bersih yang efisien dan berkelanjutan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI