DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Komparatif Penjadwalan Sekuensial dan Tersegmentasi Menggunakan Metode Precedence Diagram Method (PDM) pada Proyek Rehabilitasi Jalan Desa Bawahan Seberang | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD RAY ISLAMI ILYASA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-15 |
Proyek rehabilitasi jalan merupakan salah satu jenis proyek konstruksi linier yang memerlukan penjadwalan yang efektif agar pelaksanaan pekerjaan dapat berlangsung sesuai target waktu. Pada Proyek Rehabilitasi Jalan Desa Bawahan Seberang, penjadwalan yang digunakan oleh kontraktor masih berupa Bar Chart dan Kurva S sehingga belum memanfaatkan hubungan ketergantungan antaraktivitas secara rinci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan hasil penjadwalan menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM) dengan pola pelaksanaan sekuensial dan tersegmentasi, menentukan lintasan kritis masing-masing metode, serta menyusun Kurva S berdasarkan metode penjadwalan yang paling efisien.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer berupa observasi pelaksanaan pekerjaan dan data sekunder berupa Bill of Quantity (BOQ), Kurva S, laporan kemajuan pekerjaan, serta dokumen kontrak proyek. Tahapan analisis meliputi penyusunan Work Breakdown Structure (WBS), penentuan durasi pekerjaan, identifikasi hubungan ketergantungan antaraktivitas menggunakan hubungan Finish to Start (FS) dan Start to Start (SS), penyusunan jaringan kerja PDM, perhitungan parameter penjadwalan (Early Start, Early Finish, Late Start, Late Finish, dan Total Float), penentuan ketepatan waktu kritis, serta analisis komparatif antara pola pelaksanaan sekuensial dan tersegmentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjadwalan menggunakan metode PDM dengan pola pelaksanaan sekuensial menghasilkan total durasi proyek selama 21 hari kerja dengan lintasan kritis A–B–C–D–E–F–G. Sementara itu, penjadwalan menggunakan pola pelaksanaan tersegmentasi menghasilkan total durasi proyek selama 19 hari kerja dengan lintasan kritis A–B–C–D1–D2–E2–F2–G. Penerapan pola tersegmentasi memungkinkan beberapa aktivitas dilaksanakan secara tumpang tindih pada segmen yang berbeda sehingga durasi proyek menjadi lebih singkat. Dibandingkan dengan pola pelaksanaan sekuensial, metode PDM dengan pola tersegmentasi mampu mempercepat waktu penyelesaian proyek sebesar 2 hari kerja atau sekitar 9,52%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode PDM dengan pola pelaksanaan tersegmentasi merupakan alternatif penjadwalan yang lebih efisien untuk diterapkan pada proyek rehabilitasi jalan yang memiliki karakteristik pekerjaan linear.
Kata kunci: Precedence Diagram Method (PDM), penjadwalan proyek, sekuensial, tersegmentasi, lintasan kritis, proyek jalan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI