DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS PERILAKU SAMBUNGAN BALOK–KOLOM BETON BERTULANG TERHADAP PEMBEBANAN STATIK DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
PENGARANG:MUHAMMAD MAULIDI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-15


ABSTRAK

Sambungan balok–kolom merupakan bagian kritis pada struktur beton bertulang yang berfungsi menyalurkan gaya antara balok dan kolom. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi dimensi kolom, konfigurasi sengkang, diameter tulangan utama, dan mutu beton terhadap perilaku sambungan balok–kolom beton bertulang akibat pembebanan statik menggunakan metode elemen hingga. Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak ABAQUS dengan pendekatan Concrete Damaged Plasticity (CDP). Parameter yang dianalisis meliputi hubungan Force–Displacement, kerusakan tarik beton (DAMAGET), kerusakan tekan beton (DAMAGEC) dan regangan plastis ekuivalen (PEEQ).

Hasil analisis menunjukkan bahwa pengurangan dimensi kolom menurunkan beban retak awal sebesar 20,78% dan daktilitas dari 5,69 menjadi 5,55, namun tidak memberikan perubahan yang signifikan terhadap kapasitas ultimit. Variasi konfigurasi sengkang terutama memengaruhi beban retak awal dan daktilitas, sedangkan kapasitas ultimit relatif tidak berubah. Peningkatan diameter tulangan utama memberikan pengaruh paling signifikan terhadap kapasitas struktur dengan meningkatkan beban leleh dari 16.062 N menjadi 27.561 N dan kapasitas ultimit hingga 46.042 N, namun menurunkan daktilitas menjadi 4,29–4,49. Penurunan mutu beton menjadi 24,53 MPa menyebabkan kapasitas ultimit menurun dari 31.573 N menjadi 29.620 N serta menurunkan daktilitas menjadi 4,18.

Hasil kontur DAMAGET, DAMAGEC, dan PEEQ menunjukkan bahwa kerusakan tarik diawali pada muka kolom dan berkembang sepanjang balok, kerusakan tekan terkonsentrasi pada daerah tekan di sekitar muka kolom dan ujung balok, sedangkan regangan plastis ekuivalen (PEEQ) terbesar terjadi pada ujung balok pada daerah pembebanan. Meskipun variasi parameter memengaruhi kapasitas, kekakuan, daktilitas, dan perkembangan kerusakan, mekanisme keruntuhan seluruh spesimen tetap didominasi oleh kegagalan lentur balok (flexural failure).

Kata kunci: sambungan balok–kolom, metode elemen hingga, DAMAGET, DAMAGEC, PEEQ.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI