DIGITAL LIBRARY



JUDUL:BIOREMEDIASI LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA MENGGUNAKAN BAHAN ORGANIK ALAMI
PENGARANG:OKTAVIANO CATUR ARYA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-16


RINGKASAN

Oktaviano Catur Arya. 2026. Bioremediasi Lahan Bekas Tambang Batubara Menggunakan Bahan Organik Alami. Pembimbing 1 Prof. Ir. Chairul Irawan, ST., MT., Ph.D; Pembimbing 2 Ir. Primata Mardina, S.T., M.Eng., Ph.D.

 

Lahan bekas tambang batubara umumnya mengalami degradasi lingkungan yang ditandai oleh rendahnya pH tanah, kapasitas tukar kation (KTK), kandungan bahan organik, dan ketersediaan unsur hara, serta terbatasnya aktivitas mikroorganisme tanah. Kondisi tersebut menyebabkan menurunnya kualitas tanah dan menghambat proses revegetasi sehingga diperlukan teknologi reklamasi yang mampu memulihkan fungsi fisik, kimia, dan biologi tanah secara berkelanjutan. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan bahan organik alami sebagai agen bioremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pupuk kandang, kompos, dan biochar dalam memperbaiki kualitas tanah bekas tambang batubara melalui proses bioremediasi secara eks situ serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays) sebagai tanaman indikator.

Penelitian menggunakan rancangan eksperimen eks situ dengan perlakuan tiga jenis bahan organik, yaitu pupuk kandang, kompos, dan biochar pada dosis 0%, 2,5%, 5%, dan 10% (b/b). Sampel tanah bekas tambang batubara diinkubasi selama 12 minggu. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, kapasitas tukar kation (KTK), kandungan nitrogen total (N-total), fosfor tersedia (P-tersedia), kalium tersedia (K-tersedia), karbon organik (C-organik), porositas, bulk density, populasi mikroorganisme tanah, serta pertumbuhan tanaman jagung. Data dianalisis secara deskriptif, analisis ragam (ANOVA), dan pemodelan kinetika orde pertama terhadap perubahan pH tanah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan bahan organik mampu memperbaiki kualitas tanah dibandingkan kontrol. Biochar memberikan peningkatan tertinggi terhadap pH tanah dan KTK sehingga mampu memperbaiki sifat kimia tanah secara lebih efektif. Kompos menunjukkan efektivitas terbaik dalam meningkatkan kandungan C-organik, nitrogen total, aktivitas mikroorganisme tanah, serta memperbaiki sifat fisik tanah. Pupuk kandang juga meningkatkan kesuburan tanah, namun efektivitasnya relatif lebih rendah dibandingkan biochar dan kompos. Peningkatan pH tanah selama masa inkubasi mengikuti model kinetika orde pertama dengan konstanta laju yang berbeda pada setiap perlakuan. Perbaikan sifat tanah tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan tanaman jagung, di mana perlakuan biochar dosis 10% menghasilkan pertumbuhan terbaik yang ditunjukkan oleh peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, dan biomassa kering.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahan organik alami efektif digunakan sebagai teknologi bioremediasi dan reklamasi lahan bekas tambang batubara. Biochar merupakan perlakuan paling efektif dalam memperbaiki sifat kimia tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman, sedangkan kompos lebih efektif dalam meningkatkan kandungan bahan organik dan aktivitas biologis tanah. Penerapan bahan organik berpotensi mendukung keberhasilan revegetasi serta mempercepat pemulihan fungsi ekologis lahan pascatambang secara berkelanjutan.

 

Kata kunci: bioremediasi eks situ, biochar, kompos, pupuk kandang, lahan bekas tambang batubara, reklamasi, Zea mays.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI