DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH SERAT POLYPROPYLENE TERHADAP KUAT TEKAN, TARIK BELAH, DAN KUAT LENTUR BETON | |
| PENGARANG | : | ABDURRAHIM ALFARISI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-16 |
Beton banyak digunakan dalam konstruksi bangunan karena keunggulannya dalam menahan kuat tekan. Namun, beton memiliki kelemahan alami berupa sifatnya yang rapuh (getas) sehingga lemah terhadap tegangan tarik. Untuk mengatasi hal tersebut, penambahan serat polypropylene dilakukan guna meningkatkan kuat tarik beton. Karena penggunaan serat dapat menurunkan tingkat kelecakan (workability), zat aditif superplasticizer dikombinasikan ke dalam campuran untuk memperbaiki kemudahan pengerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat polypropylene dan superplasticizer terhadap sifat mekanik serta pengendalian pola retak beton.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium yang berbasis pada standar SNI 03-2834-2000. Bahan-bahan dasar yang dipersiapkan meliputi semen Portland, agregat halus berupa pasir Barito, agregat kasar berupa batu Katunun, air, serat polypropylene micro 12 mm, serta superplasticizer jenis Sikament LN. Campuran beton dibuat dengan menguji variasi kadar serat polypropylene sebesar 0% (sebagai kontrol beton normal), 0,10%, 0,15%, dan 0,20% dari berat semen, serta ditambahkan superplasticizer konstan sebesar 3%. Pengujian dilakukan menggunakan benda uji cetakan silinder berdiameter 10 cm dan tinggi 20 cm untuk uji kuat tekan dan kuat tarik belah, sedangkan benda uji balok berukuran 15x15x50 cm digunakan untuk uji kuat lentur. Seluruh sampel melalui proses perawatan (curing) dan diuji pada saat beton mencapai umur 28 hari.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat polypropylene memberikan pengaruh terhadap performa mekanik beton, termasuk nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur. Kuat tekan dan tarik mengalami kenaikan tertiniggi pada variasi 0,15% sebesar 31,17 MPa dengan kenaikan 46,08% dan 3,34 MPa dengan kenaikan 31,08%. Kuat lentur tertinggi berada pada variasi 0,20% sebesar 3,33 MPa dengan kenaikan 8,70%. Pada pengujian kuat lentur balok, pola keruntuhan yang terjadi rata-rata berada pada 1/3 tengah bentang, di mana benda uji mengalami kegagalan berupa keruntuhan dan terbelah hingga mencapai serat tekan terluar.
Kata kunci: Beton Berserat, polypropylene, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Kuat Lentur
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI