DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PENAMBAHAN STEEL FIBER TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN KUAT LENTUR BETON
PENGARANG:ALDY RAHMAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-16


Beton konvensional merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki keunggulan berupa kuat tekan yang tinggi, namun material ini memiliki kelemahan pada kuat tarik yang rendah serta sifatnya yang getas. Untuk memperbaiki karakteristik mekanis tersebut, penambahan serat sebagai tulangan mikro dapat diterapkan ke dalam campuran adukan sehingga menghasilkan beton berserat. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari penambahan serat baja (steel fiber) jenis Dramix 4D terhadap sifat mekanis beton konvensional. Pengujian sifat mekanis yang dilakukan meliputi evaluasi terhadap nilai kuat tekan, kuat tarik belah, serta kuat lentur beton ketika mencapai umur 28 hari.

Metodologi penelitian ini menerapkan metode eksperimen laboratorium. Perancangan proporsi campuran adukan beton dilakukan dengan mengacu pada standar SNI 03-2834-2000 serta menggunakan tambahan zat aditif berupa superplasticizer demi menjaga tingkat kemudahan pengerjaan (workability) campuran beton segar. Campuran beton berserat ini dirancang menggunakan variasi steel fiber sebesar 0%, 0,15%, 0,25%, dan 0,35% terhadap volume fraction. Secara keseluruhan, penelitian ini menguji total 36 sampel benda uji yang terdiri dari spesimen berbentuk silinder dengan ukuran 10x20cm untuk pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah, serta spesimen berbentuk balok 15x15x50cm untuk pengujian kuat lentur. Seluruh spesimen tersebut dirawat melalui proses perendaman di dalam air (curing rendam air) hingga waktu pengujian tiba pada umur beton 28 hari.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan steel fiber memberikan pengaruh yang nyata pada karakteristik mekanis beton. Pada pengujian kuat tekan, kekuatan rata-rata tertinggi dicapai oleh variasi SF0,15, sedangkan penambahan serat yang lebih tinggi (SF0,25 dan SF0,35) justru menurunkan kekuatan tekan beton. Sebaliknya, pengujian kuat tarik belah mencatatkan hasil tertinggi pada variasi SF0,25, di mana variasi SF0,35 setelahnya mengalami penurunan kekuatan namun nilainya masih berada di atas beton konvensional. Peningkatan performa paling signifikan terlihat pada pengujian kuat lentur, di mana kekuatan beton terus meningkat seiring bertambahnya persentase serat hingga mencapai nilai tertinggi pada variasi SF0,35 dengan persentase kenaikan mencapai 88,82% dari beton normal.

 

Kata kunci: Beton Berserat, Steel Fiber,Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Kuat Lentur.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI