DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KEARIFAN LOKAL DALAM UNGKAPAN TRADISI LISAN LAMAHOLOT
PENGARANG:SILVESTER DULI PAYON
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-16


Silvester Duli Payon. 2026. Kearifan Lokal Dalam Ungkapan Tradisi Lisan Lamaholot Nusa Tenggara Timur. Pembimbing I: Dr. Muhammad Rafiek, M.Pd.; Pembimbing II: Dr. Dwi Wahyu Candra Dewi, M.Pd. Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis ungkapan tradisi lisan Lamaholot sebagai bentuk kearifan lokal yang merefleksikan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Ungkapan tradisi lisan Lamaholot merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Lamaholot yang tersebar di wilayah Flores Timur, Adonara, Solor, dan Lembata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas keluarga, tokoh adat, tokoh masyarakat, guru, dan penutur aktif tradisi lisan Lamaholot. Lokasi penelitian meliputi Desa Kiwang Ona dan Desa Tapobali di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, serta Desa Bani Tobo, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada pendekatan etnografi James Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan tradisi lisan Lamaholot mengandung nilai-nilai religius, sosial, dan ekologis yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam hubungan manusia dengan Tuhan, ungkapan tradisi lisan berfungsi sebagai media penghormatan kepada Sang Pencipta dan leluhur serta sarana penyampaian nilai-nilai spiritual. Dalam hubungan manusia dengan sesama, ungkapan berfungsi sebagai pedoman moral yang memperkuat solidaritas, gotong royong, tanggung jawab sosial, dan keharmonisan masyarakat. Sementara itu, dalam hubungan manusia dengan alam, ungkapan tradisi lisan mencerminkan kesadaran ekologis masyarakat Lamaholot dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan menghormati alam sebagai sumber kehidupan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ungkapan tradisi lisan Lamaholot tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi budaya, tetapi juga sebagai sarana pewarisan kearifan lokal yang membentuk identitas, pandangan hidup, dan perilaku masyarakat Lamaholot.

Kata kunci: etnografi, etnolinguistik, ungkapan tradisi lisan Lamaholot, kearifan lokal, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama, hubungan manusia dengan alam.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI