DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Studi Kinerja Waktu dan Biaya Proyek Menggunakan Metode Earned Value Management Pada Proyek Pembangunan Sistem Pengolahan Air Minum Regional Banjarbakula Kapasitas 500 Liter/Detik Provinsi Kalimantan Selatan | |
| PENGARANG | : | ATANA RAIZ FAZA FUAD ALMAS | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-16 |
Proyek Pembangunan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Regional Banjarbakula Kapasitas 500 liter/detik Provinsi Kalimantan Selatan yang dilaksanakan pada tahun 2020 - 2021 mengalami keterlambatan pelaksanaan yang berpotensi memengaruhi kinerja waktu dan biaya proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja waktu dan biaya proyek menggunakan metode Earned Value Management (EVM) melalui indikator Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), Actual Cost of Work Performed (ACWP), Schedule Variance (SV), Cost Variance (CV), Schedule Performance Index (SPI), Cost Performance Index (CPI), Estimate to Complete (ETC), Estimate at Completion (EAC), Estimate Temporary Schedule (ETS), dan Estimate at Schedule (EAS), serta menentukan upaya perbaikan kinerja proyek.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data time schedule, laporan mingguan proyek, data biaya, wawancara dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan metode Earned Value Management untuk mengevaluasi hubungan antara nilai rencana, nilai hasil, dan biaya aktual, kemudian menghitung varians, indeks kinerja, serta estimasi biaya dan waktu penyelesaian proyek sebagai dasar dalam mengevaluasi kinerja proyek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BCWP cenderung berada di bawah BCWS selama pelaksanaan proyek, yang mengindikasikan progres pekerjaan lebih lambat dibandingkan rencana. Kinerja penjadwalan proyek mengalami keterlambatan yang ditunjukkan oleh nilai SV negatif dan SPI < 1 pada beberapa periode pelaksanaan. Keterlambatan terjadi terutama pada minggu ke-3 hingga minggu ke-14 serta minggu ke-64 hingga minggu ke-69, sehingga durasi proyek bertambah dari 66 minggu menjadi 70 minggu. Meskipun demikian, kinerja biaya proyek tergolong baik karena tidak terjadi pembengkakan biaya. Hal ini ditunjukkan oleh nilai CV yang selalu positif dan CPI > 1 hingga akhir proyek, dengan nilai CV sebesar Rp. 6.985.116.139 dan CPI sebesar 1,13. Selain itu, estimasi biaya penyelesaian proyek (EAC) sebesar Rp. 62.866.045.251 lebih rendah dibandingkan anggaran yang direncanakan. Dengan demikian, keterlambatan proyek tidak menyebabkan kerugian biaya karena pengendalian biaya berjalan secara efektif.
Kata kunci : Earned Value Management, Biaya, Waktu
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI