DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pengaruh Penambahan Abu Arang Kayu Alaban Terhadap Karakteristik Marshall Sebagai Filler Pada Campuran Aspal AC-WC | |
| PENGARANG | : | M. LUKMAN AULIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-17 |
Perkerasan lentur dengan lapisan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) merupakan lapisan yang berfungsi sebagai lapisan aus dan menerima beban lalu lintas secara langsung. Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja campuran AC-WC adalah penggunaan filler. Abu arang kayu alaban (Vitex pubescens) berpotensi dimanfaatkan sebagai filler alternatif karena memiliki ukuran partikel yang sangat halus dan mengandung unsur mineral yang dapat meningkatkan kualitas campuran beraspal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu arang kayu alaban sebagai filler terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC, menentukan kadar optimum abu arang kayu alaban, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode Marshall dengan variasi substitusi filler abu arang kayu alaban terhadap semen sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Campuran menggunakan aspal penetrasi 60/70 dengan variasi kadar aspal 6,0%; 6,5%; 7,0%; 7,5%; dan 8,0%. Parameter yang dianalisis meliputi density, stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), dan Marshall Quotient (MQ).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu arang kayu alaban menyebabkan nilai flow, VIM, dan VMA cenderung meningkat, sedangkan nilai density, stabilitas, MQ, dan VFB cenderung menurun. Kadar Aspal Optimum (KAO) yang diperoleh berturut-turut untuk variasi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% adalah 6,160%; 6,175%; 6,185%; 6,200%; dan 6,150%. Pada kondisi KAO, variasi 25% abu arang kayu alaban menghasilkan nilai density sebesar 2,334 gr/cm³, VIM sebesar 4,623%, stabilitas sebesar 1.064,694 kg, flow sebesar 3,330 mm, MQ sebesar 330,135 kg/mm, VMA sebesar 16,915%, dan VFB sebesar 72,659%. Seluruh variasi campuran memenuhi persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025. Berdasarkan keseimbangan antara stabilitas, flow, parameter volumetrik, dan kebutuhan aspal, variasi 25% abu arang kayu alaban merupakan variasi yang paling optimal untuk digunakan sebagai filler pada campuran AC-WC.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI