DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | TRADISI HAUL DALAM PERSPEKTIF SOSIAL DAN KEAGAMAAN STUDI ATAS HAUL GURU KH. AHMAD ZUHDIANNOR DI KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | NAUVAL KURNIAWAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-17 |
ABSTRAK
Nauval Kurniawan, 2026. Tradisi Haul Dalam Perspektif Sosial Dan Keagamaan Studi atas Haul Guru KH. Ahmad Zuhdiannor di Kota Banjarmasin. Skripsi Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Alfisyah.
Kata Kunci: Tradisi Haul, Makna Sosial, Makna Keagamaan, Tindakan sosial.
Tradisi haul merupakan salah satu tradisi keagamaan masyarakat Banjar yang tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada ulama, tetapi juga memiliki makna sosial dan keagamaan yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Haul Guru K.H. Ahmad Zuhdiannor di Kota Banjarmasin menjadi salah satu kegiatan keagamaan besar yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan melalui kegiatan doa bersama, zikir, gotong royong, serta pelayanan kepada jamaah. Tradisi ini menunjukkan adanya keterikatan masyarakat terhadap nilai religius, solidaritas sosial, dan budaya berbagi yang terus dipertahankan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna sosial, makna keagamaan, serta tindakan masyarakat dalam mengikuti tradisi Haul Guru K.H. Ahmad Zuhdiannor di Kota Banjarmasin.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan 6 informan. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Makna sosial dalam tradisi haul Guru K.H. Ahmad Zuhdiannor ada 3 yaitu; sebagai partisipasi kolektif, kedekatan sosial, serta rasa persatuan. (2) Makna keagamaan dalam tradisi haul terlihat melalui sebagai ibadah kolektif, penghormatan kepada ulama, serta keyakinan masyarakat terhadap keberkahan (tabarruk). (3) Tindakan masyarakat dalam mengikuti tradisi haul meliputi tindakan afektif, tindakan rasional nilai, tindakan rasional instrumental, serta keinginan memperoleh ketenangan batin dan keberkahan.
Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan: (1) Bagi masyarakat, diharapkan dapat terus melestarikan tradisi haul sebagai bagian dari nilai sosial dan keagamaan masyarakat Banjar. (2) Bagi pemerintah dan pihak terkait, diharapkan dapat mendukung pelaksanaan haul melalui pengelolaan fasilitas, keamanan, dan kebersihan lingkungan. (3) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengkaji lebih mendalam mengenai dampak sosial, budaya, dan ekonomi dari tradisi haul dalam kehidupan masyarakat Banjar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI