DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | UJI FITOKIMIA TUMBUHAN PURUN TIKUS (Eleocharis dulcis) DAN PURUN DANAU (Lepironia articulata) PADA BERBAGAI BAGIAN TUMBUHAN | |
| PENGARANG | : | SITI PATIMAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-20 |
Tumbuhan purun merupakan kelompok tumbuhan rawa yang umum ditemukan diberbagai lahan basah di Indonesia. Tumbuhan ini diketahui memiliki berbagai manfaat baik dibidang ekologi, ekonomi, maupun kesehatan. Diketahui purun tikus (Eleocharis dulcis)juga memiliki kempuan dalam menekan tingkat kerusakan padi akibat serangan hama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan senyawa terpenoid, flavonoid dan fenolik pada purun tikus (Eleocharis dulcis) dan purun danau (Lepironia articulata) khususnya pada bagian tumbuhan (batang muda, batang tua dan bunga). Penelitian ini menggunakan etanol 96% sebagai pelarut dengan metode uji secara kualitatif. Hasil uji tumbuhan purun tikus maupun purun danau semuanya mengandung senyawa terpenoid, flavonoid, dan fenolik. Meskipun demikian ada perbedaaan kuat lemah kandunganya pada bagian tumbuhan yang berbeda, Senyawa terpenoid teridentifikasi kuat pada bagian batang muda dan bunga sebaliknya pada senyawa flavonoid khususnya pada purun tikus lebih kuat pada bagian batang tua dan bunga sementara pada purun danau merata pada seluruh bagian tersebut. Sedangkan senyawa fenolik teridentifikasi lemah pada seluruh bagian. Berdasarkan hal ini menujukkan tumbuhan purun yang selama ini hanya dipergunakan oleh masyarakat sebagai bahan kerajinan dapat diolah lebih lanjut menjadi produk atraktan yang dapat mengurangi serangan serangga penggerek batang padi putih. Pemanfaatan juga dapat ditingkatkan ke bagian bunga yang selama ini belum dimanfaatkan.
Purun plants are a group of swamp plants commonly found in various wetlands in Indonesia. These plants are known to have various benefits in the fields of ecology, economy, and health. Purun tikus(Eleocharis dulcis) is also known to have the ability to reduce the level of rice damage due to pest attacks. The purpose of this study was to determine the presence of terpenoid, flavonoid and phenolic compounds in purun tikus (Eleocharis dulcis) and purun danau (Lepironia articulata) especially in plant parts (young stems, old stems and flowers). This study used 96% ethanol as a solvent with a qualitative test method. The test results of purun tikus and purun danau plants all contain terpenoid, flavonoid, and phenolic compounds. However, there are differences in the strength of the content in different plant parts. Terpenoid compounds are identified strongly in young stems and flowers, whereas flavonoid compounds, especially in purun tikus, are stronger in old stems and flowers, while in purun danau they are evenly distributed throughout these parts. Meanwhile, phenolic compounds are identified weakly in all parts. This suggests that the purun plant, which has only been used by the community as a craft material, can be further processed into an attractant product that can reduce attacks by white rice stem borer insects. Utilization can also be expanded to include the previously underutilized flower parts.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI