DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PREFERENSI PETANI TERHADAP ATRIBUT BENIH CABAI RAWIT DI KELURAHAN SYAMSUDIN NOOR KECAMATAN LANDASAN ULIN | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD ZAKIANNUR | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-20 |
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan tingkat fluktuasi harga tertinggi di Indonesia, sehingga stabilitas produksi dan produktivitasnya perlu terus ditingkatkan. Banyaknya varietas benih cabai rawit yang beredar di pasaran, mulai dari benih hibrida komersial hingga benih lokal, menuntut produsen benih untuk memahami preferensi petani agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan lapangan. Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin merupakan salah satu sentra produksi cabai rawit yang menghadapkan petani pada beragam pilihan benih dengan karakteristik berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atribut-atribut benih cabai rawit yang paling penting dan dianggap prioritas oleh petani, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi preferensi petani terhadap atribut benih cabai rawit.
Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada bulan Januari sampai dengan Mei 2026. Populasi penelitian adalah petani cabai rawit sebanyak 166 orang. Sampel berjumlah 62 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin. Instrumen pengukuran berupa kuesioner yang mencakup delapan atribut benih beserta level masing-masing, yaitu resistensi hama dan penyakit, harga jual buah, harga benih, umur panen, potensi produksi, aksesibilitas benih, varietas, dan warna buah. Responden diminta memberikan rating skala 1–5 terhadap 27 profil kombinasi benih hasil reduksi orthogonal design menggunakan prosedur Orthoplan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis konjoin dengan pendekatan rating-based conjoint analysis melalui IBM SPSS Statistics versi 27.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling diprioritaskan petani dalam memilih benih cabai rawit adalah resistensi terhadap hama dan penyakit dengan importance value sebesar 27,178%, diikuti potensi produksi sebesar 24,461%, aksesibilitas benih sebesar 12,180%, harga jual buah sebesar 11,499%, dan harga benih sebesar 11,171%, sedangkan warna buah (5,505%), umur panen (4,110%), dan varietas (3,896%) memiliki tingkat kepentingan yang lebih rendah. Profil benih ideal yang paling disukai petani adalah benih yang sangat tahan terhadap hama dan penyakit, berpotensi produksi 9–12 ton/ha, harga jual buah Rp66.000–80.000/kg, harga benih Rp60.000–75.000/10gr, mudah diperoleh, berwarna merah cerah, berumur panen kurang dari satu tahun, dan bervarietas Ori 212, dengan total nilai utilitas sebesar 2,611. Ketepatan model analisis konjoin terbukti sangat akurat, ditunjukkan oleh nilai Pearson R sebesar 0,981 dan Kendall's Tau sebesar 0,813.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI