DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Keseimbangan Sosial Sistem-Ekosistem Yang Termanifestasi Pada Praktik Berladang Masyarakat Desa Datar Ajab Kabupaten Hulu Sungai Tengah
PENGARANG:MUHAMMAD REZKY KIMIL
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-20


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dilema sosiologis berupa stigma negatif dan ancaman kriminalisasi regulasi pemerintah terhadap praktik perladangan berpindah masyarakat Dayak Meratus yang sebenarnya berbasis konservasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna ekologi manusia pada praktik berladang masyarakat Desa Datar Ajab dalam menjaga keseimbangan sosial sistem-ekosistem. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif fenomenologis dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam bersama tokoh adat balian, peladang aktif, serta generasi muda desa. Analisis data dibingkai menggunakan interaksi dialektis sosiosistem-ekosistem dari Terry Rambo serta kerangka kerja Traditional Ecological Knowledge (TEK) oleh Fikret Berkes.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bagi warga Datar Ajab, ladang merupakan entitas sakral bernyawa yang dikelola dengan prinsip kehati-hatian tanpa input kimia, serta diawali ritual spiritual bepadah dan komunikasi bawah sadar lewat petunjuk mimpi. Temuan kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal dalam mengenali kesuburan tanah seperti indikator (tanah menyerupai warna hati ayam masak) dan kepatuhan terhadap batas alam wahal merupakan bentuk adaptasi budaya (TEK Berkes) yang efektif mencegah degradasi lahan dan menjaga biodiversitas hutan tropis Pegunungan Meratus. Melalui lensa Terry Rambo, keterkaitan timbal balik yang harmonis antara sosiosistem adat dan ekosistem hutan ini mewujud dalam strategi resiliensi atas hegemoni kebijakan zero burning negara. Kontribusi penelitian ini memberikan sumbangsih teoretis bagi perkembangan sosiologi lingkungan berupa antitesis terhadap paradigma antroposentrisme Barat, sekaligus menjadi advokasi akademik bagi pemangku kebijakan untuk mengintegrasikan hukum adat ke dalam regulasi perlindungan lingkungan yang lebih inklusif.

Kata Kunci: Perladangan Berpindah, Ekologi Manusia, Kearifan Lokal, Dayak Meratus, Pertanian Berkelanjutan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI