DIGITAL LIBRARY



JUDUL:DETEKSI DAN IDENTIFIKASI BEGOMOVIRUS PADA TANAMAN KACANG PANJANG SECARA MOLEKULER
PENGARANG:USWATUN NURFADEA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-21


USWATUN NURFADEA. Deteksi dan Identifikasi Begomovirus pada Tanaman Kacang Panjang secara Molekuler dibawah bimbingan Ibu Noor Aidawati.

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan salah satu komoditas sayuran penting di Indonesia, namun produksinya dapat menurun akibat serangan penyakit tanaman khususnya yang disebabkan oleh virus. Tanaman kacang panjang di Kalimantan Selatan terkhusus pada wilayah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar ditemukan adanya gejala bercak kuning yang mengindikasikan adanya infeksi Begomovirus. Dengan demikian, perlu dilakukan kajian lebih lanjut secara molekuler untuk mengidentifikasi Begomovirus yang diduga menginfeksi tanaman kacang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Begomovirus pada tanaman kacang panjang secara molekuler menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) dan menilai tingkat kejadian dan keparahan penyakit yang disebabkan oleh Begomovirus pada tanaman kacang panjang.

Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 – April 2026 di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, serta di Laboratorium Fitopatologi Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei dan pengambilan sampel secara purposive di dua lokasi yang berada di Kota Banjarbaru (Guntung Manggis dan Loktabat Utara) serta dua lokasi di Kabupaten Banjar (Martapura Barat dan Sungai Tabuk). Penghitungan persentase kejadian dan tingkat keparahan penyakit dilakukan menggunakan metode sub-petak diagonal dengan ukuran 1m x 1m. Pada setiap sub-petak, diamati sebanyak 4 tanaman secara visual, kemudian daun yang menunjukkan gejala dikumpulkan sebagai sampel untuk dianalisis lebih lanjut di Laboratorium melalui uji molekuler. Sampel daun bergejala dikumpulkan dari empat lokasi yang berbeda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel daun yang bergejala bercak kuning tidak merata berpola mosaik dianalisis secara molekuler menggunakan primer universal SPG1 dan SPG2, dan hasil amplifikasi PCR menunjukkan adanya pita DNA berukuran ±912 bp yang mengindikasikan bahwa sampel tanaman positif terinfeksi Begomovirus. Hasil analisis sekuens nukleotida menunjukkan bahwa isolat Guntung Manggis, Loktabat Utara, Martapura Barat, dan Sungai Tabuk  memiliki tingkat homologi tertinggi dengan Mungbean yellow mosaic India virus (MYMIV) dengan nilai homologi mencapai 100%; 93,69%; 99,61%; dan 99,62%. Data tersebut menunjukkan bahwa penyakit dengan gejala bercak kuning tidak merata berpola mosaik pada daun kacang panjang di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar disebabkan oleh MYMIV.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI