DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Identifikasi Penyakit Keriting Kuning pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) di Kalimantan Selatan secara Molekuler | |
| PENGARANG | : | RAKHEL AZ ZAHRA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-21 |
Penyakit keriting kuning pada tanaman melon (Cucumis melo L.) yang disebabkan oleh
Begomovirus merupakan ancaman serius bagi produksi melon di Kalimantan Selatan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi secara molekuler yang menyebabkan penyakit keriting kuning
pada melon serta mengevaluasi tingkat kejadian dan keparahan penyakit di empat lokasi, yaitu
Kecamatan Landasan Ulin, Cempaka (Kota Banjarbaru), Tambang Ulang, dan Bati-Bati
(Kabupaten Tanah Laut). Pengamatan gejala dilakukan secara langsung menggunakan metode
diagonal, dan sampel daun bergejala dianalisis menggunakan teknik PCR dengan primer universal
SPG1/SPG2. Hasil pengamatan menunjukkan kejadian penyakit tertinggi di Kecamatan Cempaka
(90%) dan keparahan tertinngi di lokasi yang sama (66,34%). Amplifikasi dengan teknik PCR
berhasil teramplifikasi fragmen DNA berukuran ±912 bp pada semua sampel, yang membuktikan
tanaman melon terinfeksi Begomovirus. Perbandingan sekuen nukleotida antara isolat Begomovirus
Kalimantan Selatan dengan data GenBank menunjukkan bahwa Tomato Leaf Curl new Delhi Virus
(ToLCNDV) merupakan spesies dengan tingkat keserupaan tertinggi terhadap seluruh isolat yang
diuji. Nilai homologi yang diperoleh untuk isolat B1, B2, B3, dan B4 secara berurutan adalah
95,96%; 95,66%; 95,96%; dan 96,06%. Pola kemiripan genetik ini mengonfirmasi adanya
keterkaitan filogenetik antara Begomovirus penyebab penyakit keriting kuning pada melon di
Kalimantan Selatan dengan ToLCNDV yang sebelumnya teridentifikasi melon di Yogyakarta.
Kata kunci: Begomovirus, keriting kuning, melon, PCR, ToLCNDV
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI