DIGITAL LIBRARY



JUDUL:UJI EFEKTIVITAS SERBUK CANGKANG KEPITING PLUS Trichoderma sp. TERHADAP SERANGAN NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne spp.) PADA TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.)
PENGARANG:AULIA LARASANTY
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-21


AULIA LARASANTY, Uji Efektivitas Serbuk Cangkang Kepiting Plus Trichoderma sp. Terhadap Serangan Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.) pada Tanaman Seledri (Apium graveolens L.), dibawah bimbingan ibu Dewi Fitriyanti.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serbuk cangkang kepiting plus Trichoderma sp. terhadap serangan nematoda puru akar akibat Meloidogyne spp. pada tanaman seledri (Apium graveolens L.). Penelitian ini bertempat di Jalan Lestari VI Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru dan Laboratorium Fitopatologi Jurusan Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru pada bulan Januari 2026 sampai dengan Mei 2026.

            Penelitian ini dilakukan di lapangan dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan serbuk cangkang kepiting plus Trichoderma sp. dengan 7 perlakuan yang terdiri dari 3 ulangan sehingga diperoleh 21 satuan percobaan dan setiap ulangan terdiri dari 2 tanaman, sehingga diperoleh 42 satuan percobaan. Perlakuan yang di uji yaitu T0 (500 telur nematoda (kontrol) / polybag), T1 (Trichoderma sp. 50 gram + 500 telur nematoda / polybag), T2 (Serbuk cangkang kepiting 9 gram + 500 telur nematoda / polybag), T3 (Serbuk cangkang kepiting 7 gram + Trichoderma sp. 50 gram + 500 telur nematoda / polybag), T4 (Serbuk cangkang kepiting 9 gram + Trichoderma sp. 50 gram + 500 telur nematoda / polybag), T5 (Serbuk cangkang kepiting 11 gram + Trichoderma sp. 50 gram + 500 telur nematoda / polybag), T6 (Serbuk cangkang kepiting 13 gram + Trichoderma sp. 50 gram + 500 telur nematoda / polybag).

            Parameter pengamatan meliputi intensitas kerusakan puru akar, berat segar daun dan jumlah tangkai daun. Pengamatan dilakukan pada 69 hari setelah masa inokulasi telur nematoda atau 78 hari setelah pindah tanam. Intensitas kerusakan puru akar tertinggi berada pada perlakuan T0 atau kontrol dengan rata-rata persentase 93,33% dan intensitas kerusakan terendah berada pada perlakuan T6 dengan rata-rata 12,22%.  Pada berat segar daun, perlakuan terendah berada pada perlakuan T0 atau kontrol dengan rata-rata berat segar 1,44 gram dan perlakuan tertinggi berada pada perlakuan T5 dengan rata-rata berat segar 15,12 gram dan pada jumlah  tangkai daun,  perlakuan terendah berada pada perlakuan T0 atau kontrol dengan rata-rata jumlah tangkai 6,56 tangkai dan perlakuan tertinggi berada pada perlakuan T5 dengan rata-rata jumlah tangkai 34,56 tangkai.

            Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu  perlu dilakukan eksplorasi sumber kitin dari limbah crustacea lokal lainnya untuk dikembangkan sebagai alternatif pengendalian nematoda puru akar. Serta, perlu dilakukan pengujian lebih lanjut di lapang mengenai kombinasi bahan organik lain, untuk mengoptimalkan efektivitas pengendalian Meloidogyne spp. pada tanaman seledri.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI