DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Studi Pola Pengelolaan Limbah B3 Medis Padat Pada Puskesmas di Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD RIFKY ARYA MAULANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-21 |
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) medis padat yang dihasilkan puskesmas berpotensi menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan apabila tidak dikelola sesuai regulasi yang berlaku. Penelitian ini bertujuan menganalisis timbulan, komposisi, dan pola pengelolaan limbah B3 medis padat pada lima puskesmas di Kota Banjarmasin, yaitu Puskesmas Cempaka, Teluk Dalam, S. Parman, Sungai Jingah, dan Kayu Tangi, menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengukuran timbulan selama 8 hari berturut-turut mengacu SNI 3964:2025. Hasil menunjukkan timbulan tertinggi di Puskesmas Cempaka sebesar 1,78 kg/hari dan terendah di Puskesmas Teluk Dalam sebesar 0,68 kg/hari, dengan limbah infeksius mendominasi komposisi (78-88%) di seluruh puskesmas; Cempaka menjadi penghasil limbah infeksius tertinggi, sedangkan Kayu Tangi menjadi penghasil limbah benda tajam tertinggi sebesar 0,31 kg/hari. Pemahaman petugas terhadap tata kelola limbah B3 medis padat masih beragam antar puskesmas, berkisar 60-85%. Secara keseluruhan, pola pengelolaan limbah B3 medis padat di kelima puskesmas berada pada kategori sedang menuju rendah; tahap pengurangan dan pengangkutan eksternal telah berjalan cukup baik, sementara tahap pemindahan dan penyimpanan sementara masih menjadi kelemahan utama. Pengelolaan di kelima puskesmas juga belum sepenuhnya memenuhi ketentuan PermenLHK Nomor P.56 Tahun 2015, terutama pada fasilitas TPS, penggunaan APD, serta durasi penyimpanan limbah.
Kata Kunci: timbulan limbah B3 medis padat, komposisi limbah medis, pola pengelolaan limbah B3, puskesmas, Kota Banjarmasin
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI