DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERBANDINGAN TEKSTUR, POROSITAS, DAN PERMEABILITAS TANAH PADA LAHAN DENGAN TANAH BERGAMBUT YANG BELUM DAN SUDAH DIOLAH | |
| PENGARANG | : | DWITA NOVIYATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-22 |
Pengelolaan lahan mempengaruhi sifat fisik tanah yang dinamis yang mengendalikan pergerakan air dan aerasi di daerah pertanian lahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tekstur tanah, kerapatan curah, kerapatan partikel, porositas, dan permeabilitas antara lahan yang diolah dan tidak diolah di Banyu Hirang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Sampel tanah dikumpulkan menggunakan metode purposive sampling pada kedalaman 0–20 cm dari 20 titik pengamatan, terdiri dari 10 titik di lahan yang diolah dan 10 titik di lahan yang tidak diolah. Tekstur tanah dianalisis menggunakan metode pipet, kerapatan curah menggunakan sampel cincin yang tidak terganggu, kerapatan partikel menggunakan piknometer, porositas melalui hubungan antara kerapatan curah dan kerapatan partikel, dan permeabilitas menggunakan pengukuran konduktivitas hidraulik jenuh. Data diuji menggunakan uji F untuk homogenitas varians dan uji t independen pada tingkat signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa fraksi pasir, lumpur, dan lempung tidak berbeda secara signifikan antara kedua kondisi lahan, menunjukkan bahwa tekstur tanah tetap relatif stabil. Sebaliknya, lahan yang diolah memiliki kerapatan curah (0,47 g cm?³) dan kerapatan partikel (1,85 g cm?³) yang lebih rendah dibandingkan lahan yang tidak diolah ( 0,70 dan 2,02 g cm?³ ) . Lahan yang diolah juga memiliki porositas (74,13%) dan permeabilitas (24,88 cm h?¹) yang lebih tinggi dibandingkan lahan yang tidak diolah (65,44% dan 20,40 cm h?¹ ) . Oleh karena itu, pengolahan tanah tidak mengubah tekstur tanah, tetapi meningkatkan ruang pori tanah dan kapasitas transmisi air di lahan basah aluvial yang diteliti.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI