DIGITAL LIBRARY



JUDUL:RESPON BAKTERI PELARUT KALIUM ZONA PERAKARAN PADI TERHADAP APLIKASI BIO AMELIORAN
PENGARANG:SITI NOORJANNAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-22


SITI NOORJANNAH. Respon Bakteri Pelarut Kalium Zona Perakaran Padi Terhadap Aplikasi Bio Amelioran. Dibimbing oleh Dr. Ir. Fakhrur Razie, M.Si. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keberadaan dan aktivitas bakteri pelarut kalium pada zona perakaran padi sistem System of Rice Intensification (SRI), serta menganalisis pengaruh aplikasi Micro Enrichment Media (MEM) dan Chicken Manure Compost Enrichment (CMCe) terhadap ketersediaan kalium tanah dan kadar kalium pada jaringan tanaman saat panen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental pot yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu aplikasi MEM (tanpa MEM dan dengan MEM) serta dosis CMCe (0,5; 1,0; dan 2,0 t ha?¹) dengan tiga ulangan sehingga diperoleh enam kombinasi dan 18 satuan percobaan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai Mei 2026. Penanaman dilakukan di rumah kaca, sedangkan isolasi bakteri dan analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Biologi, Fisika, dan Kimia Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri pelarut kalium ditemukan pada zona perakaran padi sistem SRI dengan populasi berkisar antara 6,3 × 10? - 7,3 × 10? CFU/g-1. Populasi tertinggi diperoleh pada kombinasi MEM dan CMCe 2,0 t ha-1 sebesar 7,3 × 10? CFU/g-1, sedangkan populasi terendah terdapat pada kombinasi tanpa MEM dan tanpa CMCe sebesar 6,3 × 10? CFU/g-1. Aktivitas pelarutan kalium ditunjukkan oleh terbentuknya zona bening pada dua isolat, yaitu tanpa MEM dan CMCe dosis 0,5 t ha-1 dan MEM dan CMCe dosis 2,0 t ha-1 dengan nilai Indeks Pelarutan (IP) masing-masing sebesar 3,42 dan 2,32. Setelah dilakukan reisolasi, kedua isolat masih mampu membentuk zona bening dengan nilai IP masing-masing sebesar 1,17 dan 1,41, yang menunjukkan bahwa kemampuan melarutkan kalium tetap dapat dipertahankan. Aktivitas tersebut didukung oleh perubahan pH media selektif Alexandrov berbasis feldspar selama masa inkubasi. Nilai kalium dapat dipertukarkan (K-dd) tanah setelah aplikasi kombinasi MEM dan CMCe berkisar antara 0,17 - 0,22 cmol(+) kg?¹ dan seluruh kombinasi tergolong rendah. Kadar kalium (K) jaringan tanaman berkisar antara 0,47 - 0,63%, dengan nilai tertinggi diperoleh pada kombinasi MEM dan CMCe dosis 1,0 t ha-1 sebesar 0,63%. Secara keseluruhan, aplikasi MEM dan CMCe menunjukkan adanya perbedaan terhadap ketersediaan kalium tanah dan kadar kalium jaringan tanaman serta berpotensi mendukung aktivitas bakteri pelarut kalium pada budidaya padi sistem SRI. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI